WartaPesona.com- Jakarta (Kemenag), 30 Juli 2025 — Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir secara langsung di Rumah Duka Sentosa, Jakarta, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh nasional Kwik Kian Gie yang wafat pada 28 Juli 2025 di RS Medistra, dalam usia 90 tahun.
Dalam suasana penuh duka, Menag didampingi oleh sejumlah pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Agama, antara lain Dirjen Bimas Buddha Supriyadi, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, dan Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung.
Kehadiran mereka menjadi simbol solidaritas lintas iman dan lintas sektor atas wafatnya seorang tokoh yang dikenal pluralis dan patriotik.
Baca Juga: Transformasi Nasi Goreng Jadi Menu Diet: Lezat, Sehat, dan Ramah Kalori
Menag menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian Kwik Kian Gie. “Saya secara pribadi sangat dekat dengan beliau. Setiap kali kami bertemu, selalu ada semangat dan optimisme yang beliau tularkan.
Pikiran-pikiran beliau sangat Indonesia. Itu yang tidak akan saya lupakan,” ucap Menag dengan penuh haru.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengenang interaksi intelektual yang pernah mereka jalani.
Baca Juga: Promosi Budaya Jakarta Lewat Seni: Kolaborasi SBY dan Seniman Jerman di Balai Kota
Ia menceritakan bahwa Kwik Kian Gie kerap mengunjunginya untuk berdiskusi tentang berbagai isu nasional, mulai dari ekonomi, pluralisme, hingga hubungan antarumat beragama. Bahkan, Menag pernah mengundang almarhum ke pondoknya untuk berdiskusi secara lebih mendalam.
“Beliau memiliki cara pandang yang tajam, inklusif, dan berani dalam menyampaikan gagasan. Saya merasa sangat kehilangan bukan hanya sebagai sahabat, tapi juga sebagai seorang cendekiawan bangsa yang tulus mencintai negeri ini,” tambahnya.
Menutup kunjungannya, Menag mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta dan memanjatkan doa lintas iman bagi almarhum. “Mari kita diam sejenak untuk mempersembahkan doa yang paling luhur dari kita masing-masing, agar perjalanan sahabat kita, orang tua kita, senior kita ini benar-benar di atas jalan yang benar," tuturnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar nilai-nilai positif yang diwariskan oleh Kwik Kian Gie, seperti integritas, keberanian berpikir, dan semangat kebangsaan, dapat terus diteladani oleh generasi penerus bangsa. “Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan. Kita semua harus mencontoh kebaikan beliau agar dapat membangun citra bangsa yang lebih baik di masa depan,” pungkas Menag.
Judul 2:
Doa Lintas Iman Mengiringi Kepergian Kwik Kian Gie: Menag Kenang Sosok Cendekiawan yang Cinta Tanah Air
Deskripsi Singkat:
Dalam suasana duka yang khidmat, Menag Nasaruddin Umar mengenang Kwik Kian Gie sebagai sosok cendekiawan dengan semangat pluralisme dan kebangsaan tinggi. Doa lintas iman dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum bagi Indonesia.
Artikel Terkait
Menyatukan Langkah Menuju Baitullah: Manasik Haji Nasional Perdana Kemenag Libatkan 140 Ribu Jemaah Secara Daring
Kemenag Raih Rekor MURI dengan Bimbingan Manasik Haji Nasional, 140 Ribu Peserta Bersatu dalam Doa
Waspada! Kemenag Ingatkan Risiko Berat Jika Gunakan Visa Non Haji
Kemenag Gelar Orientasi Terintegrasi PPIH Arab Saudi 1446 H untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Jemaah Haji
Optimalisasi Tata Kelola Dam/Hadyu 2025: Langkah Kemenag Perkuat Akuntabilitas dan Manfaat Sosial Ibadah Haji
Inovasi Digital Al-Qur’an Kemenag Tembus 55 Juta Pengguna: LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI
Jelang Armuzna, Menag Perintahkan Itjen Kemenag Tindak Cepat Ketidaksesuaian Layanan Haji
Irjen Kemenag Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Saat Pantau Langsung Kepulangan Jemaah Haji di Jeddah
Mengawali Hidup Baru dengan Martabat: Kemenag Kukuhkan 100 Pasangan dalam Nikah Massal di Masjid Istiqlal
Kemenag Salurkan Bantuan Rp310,8 Miliar untuk Dua Juta Yatim dan Penyandang Disabilitas: Wujud Nyata Solidaritas Kebangsaan