WartaPesona.com - Sebuah insiden yang menimpa mobil listrik Wuling Air EV di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, pada Sabtu malam (5 Juli 2025), kembali membuka diskusi publik tentang aspek keselamatan kendaraan listrik di jalan raya.
Mobil mungil berbasis baterai itu hangus dilalap api setelah diduga mengalami konsleting listrik, tepat di area dekat port pengisian baterai.
Video kejadian yang viral di media sosial, khususnya lewat unggahan akun @groupotomotif1990, memperlihatkan kobaran api hebat dari bagian depan mobil, disertai percikan api yang menandakan adanya ledakan ringan.
Baca Juga: Berkendara dengan Aman: Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem di Jalan Raya
Cuaca hujan tidak mampu menghentikan api yang menyala cepat, membuat upaya pemadaman manual oleh pemilik tak membuahkan hasil.
Momen dramatis ini pun menjadi sorotan warganet. Banyak yang menyuarakan keprihatinan, sekaligus mengingatkan pentingnya aspek kontrol kualitas, sistem pengamanan kelistrikan, dan tanggap darurat dari produsen mobil listrik.
“Ngeri juga ya. Hari apes memang tak bisa ditebak. Konsleting bisa terjadi kapan saja,” tulis akun @groupotomotif1990.
Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi 2025: Alasan dan Daftar Harga Terbaru
Netizen juga menumpahkan kekecewaan mereka di kolom komentar Instagram resmi @wulingmotorid, menuntut penjelasan dari pihak Wuling terkait insiden ini.
Komentar seperti “Mobil listrik kebakar tuh, Min!” dan “Sudah viral, bagian depan kebakar, pas hujan pula” menggambarkan keresahan masyarakat terhadap keamanan produk.
Baca Juga: Merawat Motor Baru dengan Benar: Tips Agar Awet dan Performa Maksimal
Sementara itu, Wuling Motors Indonesia hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Padahal, kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik—yang digadang-gadang sebagai solusi masa depan ramah lingkungan—sangat bergantung pada jaminan keamanan dan ketanggapan produsen terhadap insiden semacam ini.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa adopsi teknologi baru seperti mobil listrik harus diimbangi dengan edukasi keselamatan, regulasi teknis, dan kesiapan produsen dalam bertanggung jawab. ***(SA)
Artikel Terkait
'My Favorite': Ketika Seni Instalasi Menyentuh Ruhani dan Teknologi Bertemu Makna Ilahiah
Guru Malaysia Resah Siswa Gunakan Kosakata Bahasa Indonesia, Pengaruh Konten Digital Disorot
Strategi Sinergi: Anak Haji Isam Akuisisi 15% Saham 'Jagonya Ayam' dari KFC senilai Rp 54,4 M
Dukungan Arief Prasetyo Adi: Semangat Persatuan Alumni Boedoet Melalui Ikaboedoet Cup XVI 2025