WartaPesona.com – Di tengah sorotan publik terkait perjalanan istrinya ke Eropa, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman mengambil langkah cepat dan terbuka: datang langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi.
Langkah ini menjadi contoh konkret dari pejabat publik yang menjunjung tinggi akuntabilitas dan komitmen terhadap integritas.
Baca Juga: Transformasi Digital untuk UMKM: Tantangan dan Peluang
Maman menjelaskan bahwa perjalanan istrinya, Agustina Hastarini, dalam kegiatan “Misi Budaya” ke beberapa kota di Eropa seperti Istanbul, Amsterdam, Brussels, dan Milan tidak melibatkan dana negara maupun bantuan pihak luar.
“Saya pastikan, satu rupiah pun tidak berasal dari uang negara ataupun pihak lain,” tegas Maman usai pertemuan dengan Deputi Informasi dan Data KPK, Eko Marjono, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Baca Juga: Menjawab Tantangan Global, 6 Calon Dubes RI Paparkan Visi Strategis di Hadapan DPR
Isu bermula dari beredarnya surat berkop Kementerian UMKM yang mencantumkan nama sang istri dan ditujukan kepada sejumlah Kedutaan Besar RI di Eropa. Surat tersebut menjadi sorotan di media sosial dan memicu dugaan pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.
Menjawab itu, Maman hadir secara sukarela ke KPK, membawa dokumen pembuktian bahwa seluruh biaya perjalanan, termasuk hotel, telah dibayar pribadi sejak Mei 2025.
Baca Juga: Inovasi Produk: Senjata Rahasia UMKM untuk Unggul di Tengah Persaingan Ketat
"Sejak awal tidak ada niat menggunakan fasilitas negara. Ini soal menjaga harga diri saya sebagai pejabat dan kepala keluarga," ujarnya tegas.
Bagi Maman, langkah ini bukan hanya soal meredam rumor, melainkan bentuk nyata menjaga kehormatan pribadi dan institusi. Ia berharap klarifikasi ini mampu mengakhiri polemik serta menjadi pengingat bahwa transparansi harus dikedepankan dalam jabatan publik. ***(SA)
Artikel Terkait
Polisi Tegaskan Proses Hukum Berjalan: Massa Emosi Tak Boleh Rusak Fasilitas Negara
Akhirnya Minta Maaf, 'Mas Pelayaran' Akui Kesalahan dan Siap Hadapi Proses Hukum
Menjawab Tantangan Global, 6 Calon Dubes RI Paparkan Visi Strategis di Hadapan DPR