WartaPesona.com- Lumajang, 30 Juni 2025 — Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Puspa, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu 2025, yang secara resmi tercatat sebagai satu-satunya perwakilan Kabupaten Lumajang dalam 110 daftar Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025.
Dalam sambutannya pada penutupan acara yang digelar di Pantai Watu Pecak, Lumajang, Minggu (29/6), Wamenpar menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menyelenggarakan festival budaya ini, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Lumajang, hingga komunitas masyarakat setempat.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan pihak yang terlibat.
Baca Juga: Kenapa Kita Sering Merasa Mengantuk? Ini Penjelasannya
Segoro Topeng Kaliwungu untuk pertama kalinya berhasil masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara, dan ini adalah pencapaian luar biasa dalam mengangkat potensi budaya lokal,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.
KEN merupakan program kurasi event unggulan dari Kementerian Pariwisata yang bertujuan untuk mendukung promosi destinasi, memberdayakan komunitas lokal, dan memperkuat atraksi wisata berbasis budaya secara berkelanjutan.
Event-event yang masuk dalam daftar KEN dinilai memiliki kualitas, daya tarik, serta kemampuan mendukung pemerataan pariwisata di Indonesia.
Baca Juga: 6 Buah Penurun Tekanan Darah Tinggi: Cara Alami Jaga Jantung Tetap Sehat
Segoro Topeng Kaliwungu yang digelar pada 28–29 Juni 2025 bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan representasi dari upaya pelestarian warisan budaya Topeng Kaliwungu yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Dengan tema “Mystical of Kaliwungu”, festival ini menyoroti kebangkitan eksistensi kesenian topeng sebagai identitas kultural Lumajang dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur leluhur.
Lebih dari itu, festival ini turut menjadi instrumen pengembangan pariwisata pesisir dan ekonomi kreatif masyarakat setempat. Berlatarkan panorama Pantai Watu Pecak, pertunjukan kolosal tersebut memperkuat nilai estetika dan spiritualitas dari kesenian lokal.
Baca Juga: Waspadai GERD: Ketika Asam Lambung Naik dan Mengancam Kesehatan
Wamenpar mendorong agar Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menjaga konsistensi penyelenggaraan festival ini agar tetap menjadi bagian dari program KEN di tahun-tahun berikutnya.
Artikel Terkait
Kemenpar dan Asosiasi Pariwisata Bersatu, Bali Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Libur Natal & Tahun Baru 2025: Strategi Kemenpar Tingkatkan Wisata dan Ekonomi Nasional
Pra-Rakornas Kemenpar: Membangun Pariwisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Pentahelix
Kemenpar Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Lewat Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan Inovasi Digital
Penurunan Mobilitas di Pulau Bali Selama Libur Nataru 2024: Kemenpar Nyatakan Wisata Tetap Aman dan Nyaman
Gerakan Wisata Bersih: Kemenpar Gelar Program Unggulan untuk Kebersihan Destinasi dan Keselamatan Wisatawan
Menpar Widiyanti Putri Wardhana Lantik Pejabat Baru di Kemenpar, Tegaskan 7 Prinsip untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif: Strategi Inklusif dan Berkelanjutan Kemenpar Dorong Kebangkitan Sektor Wisata Nasional