Raja Ampat Tetap Aman: Pemerintah Pastikan Stabilitas Destinasi Prioritas dan Komitmen Pariwisata Berkelanjutan

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 18 Juni 2025 | 11:21 WIB
Raja Ampat. (Foto:  ilustrasi dok. Kemenpar)
Raja Ampat. (Foto: ilustrasi dok. Kemenpar)

WartaPesona.com- Jakarta, 13 Juni 2025 — Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menegaskan kembali bahwa Raja Ampat tetap aman dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kendati terdapat dinamika di lapangan, termasuk penutupan akses sementara di Pulau Wayag dan Manyaifun Batangpele, serta polemik seputar isu pertambangan nikel, aktivitas pariwisata di Raja Ampat tetap berjalan normal, terkendali, dan dalam pengawasan intensif pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran publik dan pelaku industri pariwisata terhadap potensi gangguan terhadap stabilitas kawasan Raja Ampat, yang dikenal sebagai salah satu surga bawah laut dunia dan ikon pariwisata nasional.

Baca Juga: Amirulhaj Menyelesaikan Misi di Tanah Suci: Pesan Penutup untuk Jemaah Haji Indonesia 2025

Koordinasi Lintas Sektor Jamin Stabilitas
Kementerian Pariwisata telah mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat lokal.

Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor agar stabilitas, keamanan, dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga mendapat arahan langsung dari Kemendagri untuk menjamin sinergi optimal di tingkat daerah.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa semua aspek pariwisata, termasuk keselamatan wisatawan dan kelestarian lingkungan, menjadi perhatian utama pemerintah. Raja Ampat tetap terbuka dan aman untuk dikunjungi,” tegas Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Baca Juga: Haji 2025: Refleksi Pelayanan Terintegrasi, Spiritualitas Mendalam, dan Kepemimpinan Visioner

Fokus pada Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Raja Ampat ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGp) dan merupakan salah satu dari Destinasi Pariwisata Nasional Prioritas.

Melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2024, pemerintah menyusun Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) Raja Ampat yang menempatkan kawasan ini sebagai model High Quality Sustainable Tourism—berbasis keseimbangan ekologis, ekonomi, dan sosial budaya.

Langkah ini menjadi komitmen jangka panjang untuk menjaga warisan alam Raja Ampat sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat lokal secara inklusif.

Baca Juga: Irjen Kemenag Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Saat Pantau Langsung Kepulangan Jemaah Haji di Jeddah

Destinasi Wisata Alternatif Masih Terbuka
Menteri Pariwisata juga menekankan bahwa meski ada dua lokasi yang ditutup sementara untuk pengelolaan ulang, berbagai titik wisata lain tetap terbuka.

“Spot diving seperti Manta Point, Cape Kri, Cross Wreck, dan Blue Magic masih menjadi favorit dan sepenuhnya aman untuk dijelajahi,” ujar Widiyanti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X