Ketua MUI: Sambut Iduladha dengan Syukur, Puasa Arafah, dan Ibadah Kurban

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 28 Mei 2025 | 09:00 WIB
Abdullah Jaidi Ketua MUI (Foto: Kemenag.go.id)
Abdullah Jaidi Ketua MUI (Foto: Kemenag.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta (Kemenag) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Abdullah Jaidi, mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah dengan penuh rasa syukur serta memperbanyak amalan ibadah, khususnya puasa Arafah dan penyembelihan hewan kurban.

Seruan ini disampaikannya dalam konferensi pers usai sidang isbat penetapan 1 Zulhijah yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada Senin, 26 Mei 2025.

“Kaum muslimin dan muslimat yang tidak sedang menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, hari Kamis. Puasa ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW,” ungkap KH Abdullah Jaidi.

Baca Juga: Memperkuat Kemitraan ASEAN: Presiden Prabowo dan PM Siphandone Bahas Perluasan Perdagangan dan Kerja Sama Strategis

Menurutnya, puasa Arafah merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar, di antaranya pengampunan dosa selama dua tahun: tahun yang lalu dan tahun yang akan datang, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, ia menekankan pentingnya ibadah kurban sebagai bentuk nyata ketakwaan kepada Allah SWT dan sarana untuk memperkuat kesalehan sosial.

Abdullah menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan hanya simbolis, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat luas, khususnya kaum fakir miskin.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen ASEAN pada Perdamaian Myanmar dan Stabilitas Kawasan di Sesi Retreat KTT ke-46

“Bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan, jangan melupakan untuk berkurban pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah. Ibadah kurban adalah bagian dari mewujudkan kesalehan sosial kita,” jelasnya.

Abdullah juga menegaskan bahwa pelaksanaan kurban merupakan salah satu bentuk pengagungan terhadap syiar Islam, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, “Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu adalah tanda ketakwaan hati.”

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI turut menyampaikan bahwa hasil sidang isbat menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Selasa, 27 Mei 2025. Maka, Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) akan diperingati secara nasional pada hari Jumat, 6 Juni 2025.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Keanggotaan Papua Nugini di ASEAN: Strategi Perkuat Ketahanan dan Pengaruh Kawasan

“Alhamdulillah, 1 Zulhijah jatuh pada Selasa, 27 Mei. Maka Hari Raya Iduladha, 10 Zulhijah, jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2025.

Dengan demikian, kita akan melaksanakan salat Id secara serentak pada hari tersebut,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X