Dengan memanfaatkan keterhubungan geografis dan kekuatan pasar masing-masing, kedua negara menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi melalui inisiatif perdagangan baru dan percepatan investasi.
Thailand juga menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pertemuan Joint Trade Commission pertama pada tahun ini untuk membuka ruang diskusi dan negosiasi dalam ekspansi dagang kedua negara.
Para pelaku usaha dan badan investasi dari kedua belah pihak akan difasilitasi untuk menjajaki peluang kolaborasi lintas sektor.
Ketahanan Pangan, Energi Hijau, dan Konektivitas Rakyat
Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis pangan, Indonesia dan Thailand juga menyepakati kerja sama di bidang ketahanan pangan, termasuk perdagangan produk pertanian, pengembangan industri halal, serta eksplorasi kerja sama dalam sektor perikanan berkelanjutan dan energi terbarukan.
Hubungan antarmasyarakat tidak luput dari perhatian. Kedua pemimpin menekankan pentingnya peningkatan pariwisata dua arah, termasuk pengembangan wisata kapal pesiar, wisata medis, serta sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) untuk memperkuat konektivitas sosial dan budaya.
Presiden Prabowo menyambut baik inisiatif-inisiatif tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas komitmen Pemerintah Thailand dalam memperkuat kemitraan regional yang stabil dan inklusif.
Sinergi di ASEAN dan Isu Myanmar
Selain membahas isu bilateral, pertemuan ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan pandangan mengenai dinamika kawasan, khususnya peran sentral ASEAN dalam menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi.
Kedua negara sepakat bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan dan memainkan peran aktif dalam penyelesaian krisis Myanmar.
Dalam hal ini, Indonesia, Thailand, dan Malaysia akan menjalin sinergi lebih erat untuk mendorong solusi damai yang inklusif melalui pendekatan diplomasi konstruktif dan humaniter.
“Kami memiliki kepentingan yang sama terhadap situasi Myanmar. Kami akan bekerja bersama dengan Malaysia, sebagai Ketua ASEAN tahun ini, untuk mendorong proses damai yang kredibel dan inklusif,” tegas PM Paetongtarn.
Harapan untuk Masa Depan
Menutup rangkaian pertemuan, PM Paetongtarn mengungkapkan keinginannya untuk segera melakukan kunjungan balasan ke Indonesia, sebagai bentuk penguatan ikatan persahabatan antar pemimpin dan negara.
“Saya berharap dapat mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat dan terus membangun kerja sama yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara,” ucapnya.
Kunjungan resmi Presiden Prabowo ini sekaligus menjadi refleksi kuatnya kepercayaan antara Indonesia dan Thailand dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan peluang.
Dengan semangat kolaboratif yang ditunjukkan dalam 1st Leaders’ Consultation, kedua negara membuktikan bahwa diplomasi yang hangat dan terstruktur dapat melahirkan perubahan konkret yang berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo dan Bill Gates Bahas Penguatan Kemitraan Strategis dalam Isu Kesehatan Global di Istana Merdeka
Bill Gates Apresiasi Kepemimpinan Indonesia dalam Inovasi Kesehatan dan Ketahanan Pangan di Hadapan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Percepatan Koperasi Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Desa
Bendungan Manikin, Pilar Ketahanan Pangan dan Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi NTT dalam Visi Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Brunei, Pererat Hubungan Bilateral Indonesia–Brunei
Presiden Prabowo Ajak Dunia Islam Bersatu dan Bertindak Nyata Dukung Kemerdekaan Palestina
Presiden Prabowo dan PM Albanese Teguhkan Komitmen Penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Australia
Presiden Prabowo Resmikan Produksi Perdana Migas Forel dan Terubuk di Natuna: Tonggak Swasembada Energi Nasional
Menatap Masa Depan Bersama: Presiden Prabowo dan Dubes Tiongkok Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Menyongsong 75 Tahun Persahabatan Diplomatik
Sambutan Kehormatan Thailand untuk Presiden Prabowo