Langkah ini ditujukan untuk memenuhi rekomendasi UNESCO yang meliputi peningkatan interpretasi warisan geologi, penguatan identifikasi warisan budaya dan alam, peningkatan visibilitas geopark, serta kolaborasi dengan jaringan geopark nasional dan global.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan dukungan penuh Kemenparekraf terhadap langkah Badan Pengelola dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Status UNESCO Global Geopark membawa tanggung jawab besar. Kami siap mendampingi daerah dalam mewujudkan pengelolaan geopark yang berkelanjutan dan berstandar internasional,” ujar Menteri Widiyanti.
Penyusunan siteplan di 2026 juga menjadi agenda penting Kemenpar untuk memperkuat struktur tata kelola Geopark Kaldera Toba ke depan.
Dengan komitmen lintas sektor dan kepemimpinan daerah yang kuat, Indonesia optimis dapat mempertahankan status global Kaldera Toba sekaligus menjadikannya model pariwisata berkelanjutan dunia.***
Artikel Terkait
Libur Natal & Tahun Baru 2025: Strategi Kemenpar Tingkatkan Wisata dan Ekonomi Nasional
Pra-Rakornas Kemenpar: Membangun Pariwisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Pentahelix
Kemenpar Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Lewat Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan Inovasi Digital
Penurunan Mobilitas di Pulau Bali Selama Libur Nataru 2024: Kemenpar Nyatakan Wisata Tetap Aman dan Nyaman
Kolaborasi Menyambut Wisman 2025: Kemenpar Perkuat Tiga Pintu Masuk Utama Indonesia
Gerakan Wisata Bersih: Kemenpar Gelar Program Unggulan untuk Kebersihan Destinasi dan Keselamatan Wisatawan
Menpar Widiyanti Putri Wardhana Lantik Pejabat Baru di Kemenpar, Tegaskan 7 Prinsip untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Sinergi Global untuk Pariwisata Indonesia: Kemenpar dan Qatar Airways Perluas Jangkauan Promosi Internasional
Koperasi Merah Putih: Sinergi Strategis Kemenpar dan Kemenkop Bangkitkan Potensi Desa Wisata
Menata Ulang Wisata Edukasi: Kemenpar Susun Regulasi Demi Keamanan dan Nilai Pembelajaran