Investasi Besar: Awal 2025 Catat Rekor, Indonesia Semakin Dilirik Dunia

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Kamis, 24 April 2025 | 13:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan capaian realisasi investasi triwulan pertama tahun 2025 dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/04/2025). (Foto: setneg.go.id)
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan capaian realisasi investasi triwulan pertama tahun 2025 dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/04/2025). (Foto: setneg.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta — Triwulan pertama tahun 2025 dibuka dengan kabar menggembirakan dari sektor investasi nasional.

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan resmi dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang menyebutkan bahwa Indonesia berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp465,2 triliun.

Angka ini menandai capaian 24,4 persen dari target tahunan sebesar Rp1.905,6 triliun, sekaligus menunjukkan lonjakan 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Inpres 8/2025: Langkah Terpadu Menuju Indonesia Tanpa Kemiskinan Ekstrem

“Ini angka yang patut kita syukuri. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan stabilitas politik dan ekonomi, tetapi juga tingginya kepercayaan para investor,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Rabu (23/04).

Kepercayaan tersebut tak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan kontribusi sebesar Rp230,4 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tak kalah tinggi, yakni Rp234,8 triliun.

Menariknya, investasi di luar Pulau Jawa kali ini berhasil melampaui Pulau Jawa, mencapai Rp235,9 triliun — sinyal positif bagi pemerataan pembangunan nasional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Desa Lewat Ketahanan Pangan Nasional

Selain menyumbang pada pertumbuhan ekonomi, investasi ini juga membuka lapangan kerja bagi 594.104 tenaga kerja, meningkat 8,5 persen dibanding tahun lalu.

“Ini artinya investasi tidak hanya berbicara angka, tapi juga memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat,” tambah Rosan.

Negara-negara yang menjadi kontributor utama investasi di Indonesia adalah Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Malaysia, dan Jepang. Singapura mempertahankan posisinya sebagai penyumbang terbesar selama satu dekade terakhir, dengan nilai mencapai 4,6 miliar dolar AS.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Tanam Padi Serentak Nasional dengan Teknologi Drone Pertanian

Terkait isu proyek LG, Rosan menegaskan bahwa proyek tetap berjalan dengan mitra baru yang telah disepakati.

Ia juga menyoroti peran strategis Danantara, lembaga sovereign wealth fund Indonesia yang dinilai sangat tepat waktu dan semakin dipercaya oleh investor global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X