Membangun Ekosistem Koperasi yang Tangguh: Kolaborasi Penjaminan untuk Akselerasi Pembiayaan UKM

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Senin, 21 April 2025 | 23:57 WIB
Wakil Menteri Koperasi : Ferry Juliantono. (Foto: kop.go.id)
Wakil Menteri Koperasi : Ferry Juliantono. (Foto: kop.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta, 15 April 2025 – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menegaskan pentingnya kolaborasi antara industri penjaminan dan koperasi dalam memperluas akses pembiayaan untuk UMKM, yang sering kali terkendala oleh sulitnya memperoleh kredit dari perbankan.

Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan mendukung pertumbuhan sektor koperasi di Indonesia.

Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, dalam acara Rapat Kerja Asosiasi Perusahaan Penjaminan Daerah (Aspenda) 2025, menyampaikan bahwa perusahaan penjaminan berperan penting dalam menjembatani gap kepercayaan antara koperasi dan lembaga keuangan.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Kenang Kedekatan dengan Paus Fransiskus

Dengan adanya jaminan, pihak perbankan akan lebih yakin untuk menyalurkan kredit kepada koperasi yang sebelumnya dianggap berisiko.

“Industri penjaminan menjadi mitra strategis dalam mendukung koperasi agar dapat mengakses pembiayaan yang sangat dibutuhkan untuk berkembang,” ujar Ferry.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa industri penjaminan Indonesia tumbuh positif dalam lima tahun terakhir, dengan peningkatan signifikan dalam penjaminan kredit.

Baca Juga: Pesan Damai yang Tak Pernah Padam: Prabowo Sampaikan Duka atas Kepergian Paus Fransiskus

Namun, meski perkembangan ini menggembirakan, sektor ini masih menghadapi tantangan terkait permodalan dan pengelolaan risiko.

Pada 2023, Indonesia baru memiliki 22 perusahaan penjaminan, dan belum semua provinsi memiliki layanan penjaminan daerah, yang menunjukkan perlunya pemerataan akses layanan di seluruh wilayah.

OJK telah merumuskan peta jalan pengembangan industri penjaminan untuk periode 2024–2028, yang menargetkan 90% portofolio penjaminan dialokasikan untuk UMKM dan koperasi.

 

Salah satu fokus utama adalah meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat terhadap industri penjaminan untuk mempercepat akses ke pembiayaan.

Selain itu, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) menjadi sorotan, dengan program-program yang berfokus pada sektor produktif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X