Ramadan: Musim Panen UMKM Kuliner, Momentum Emas Meraup Cuan

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Selasa, 4 Maret 2025 | 10:36 WIB
Toko Pakaian Kebaya. (Foto: umkm.go.id)
Toko Pakaian Kebaya. (Foto: umkm.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta, Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama yang bergerak di bidang kuliner.

Tradisi berbuka puasa, sahur, hingga berbagi hampers menjadikan Ramadan sebagai "musim panen" bagi para pengusaha kuliner.

Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu emas bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan.

Baca Juga: Menkop Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Koperasi , Rakyat Sejahtera

“Tahun lalu, fenomena war takjil yang viral menunjukkan bagaimana Ramadan membuka peluang besar bagi UMKM kuliner,” ujarnya.

Pemerintah pun memberikan berbagai kemudahan, seperti akses perizinan, alokasi tempat berjualan di area publik, serta pengawasan kualitas makanan agar produk UMKM tetap aman dan layak dikonsumsi.

Peluang Besar di Tengah Optimisme Konsumen

Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) selalu meningkat menjelang Ramadan, mencerminkan optimisme masyarakat dalam berbelanja.

Baca Juga: Pesan Istri Fiersa Besari Usai Wafatnya Dua Pendaki Carstensz: Jangan Bertanya Soal Kematian

Data dari Kementerian UMKM mencatat sekitar 2,9 juta pelaku usaha di subsektor kuliner, sementara industri makanan dan minuman tumbuh 5,82 persen pada triwulan III 2024, melampaui pertumbuhan PDB nasional yang sebesar 4,95 persen.

Menurut Zahra Kemala Nindita Murad, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Ramadan menjadi momen di mana perputaran uang di sektor UMKM meningkat pesat, terutama karena budaya buka puasa bersama yang menggerakkan konsumsi kuliner.

Kisah Sukses UMKM Kuliner Saat Ramadan

Farida, pemilik Pempek Nyai di Sukabumi, membuktikan bagaimana Ramadan menjadi momen emas bagi bisnisnya.

“Saat Ramadan, omzet bisa naik tiga kali lipat dari biasanya Rp30 juta–Rp40 juta per bulan,” ujarnya. Pempek Nyai tidak hanya menjadi pilihan berbuka, tetapi juga hampers favorit saat Lebaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X