Ia menyoroti pentingnya optimalisasi penyerapan gabah dan keberlanjutan program revolusi hijau yang pernah sukses meningkatkan swasembada pangan di Indonesia.
"Pemerintah harus memastikan penyerapan gabah berjalan maksimal, seperti yang pernah dilakukan melalui program Bimas dan revolusi hijau," ujar JK.
Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, pengusaha, dan konsumen.
Dengan strategi yang telah disusun, pemerintah optimistis dapat menjaga ketahanan pangan nasional, menstabilkan harga, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Turut hadir dalam pertemuan ini adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Melalui langkah-langkah konkret ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memastikan bahwa masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga pangan.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto Sambut Hangat Kehormatan Menteri Luar Negeri India di New Delhi
Presiden Prabowo Subianto Dihormati dengan Darjah Kerabat Johor dalam Kunjungan Kenegaraan ke Malaysia
Keakraban Dua Pemimpin: Momen Hangat Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Anwar di Menara Kembar Petronas
Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia-Malaysia di Berbagai Sektor
Tahun Baru Imlek 2576: Presiden Prabowo Serukan Persatuan dalam Keberagaman
Perkuat Sinergi Strategis, Presiden Prabowo Sambut Menteri Suhail di Jakarta
Rapim TNI-Polri 2025: Presiden Prabowo Tegaskan Loyalitas Tanpa Batas untuk Negara
Presiden Prabowo Desak Investigasi Transparan atas Penembakan WNI di Malaysia, Ingatkan Warga Akan Risiko Jalur Ilegal
Program Makan Bergizi Gratis: Langkah Presiden Prabowo Menuju Masa Depan Sehat Anak Indonesia
Presiden Prabowo dan Ketua MPR Bahas Program Nasional dan Isu Strategis di Istana Merdeka