Cegah Korupsi, Kemenpora Perkuat Integritas Lewat Sistem dan Keteladanan

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Kamis, 12 Desember 2024 | 22:28 WIB
Sesmenpora Gunawan Suswantoro membuka acara antikorupsi di Wisma Kemenpora, Jakarta. Fokus pada sistem bersih, mentalitas, dan keteladanan. (Kemenpora (Foto: Bagus))
Sesmenpora Gunawan Suswantoro membuka acara antikorupsi di Wisma Kemenpora, Jakarta. Fokus pada sistem bersih, mentalitas, dan keteladanan. (Kemenpora (Foto: Bagus))

WartaPesona.com - Dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2024, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar acara bertajuk "Integritas dan Akuntabilitas Pelaksanaan Pemberian Bantuan Masyarakat serta Sosialisasi Aplikasi Whistleblowing System Kemenpora".

Baca Juga: GAMMA World MMA Championships 2024: Indonesia Mendapat Pujian Dunia

Kegiatan ini berlangsung di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, dan diikuti secara langsung maupun virtual oleh para pejabat eselon dan pegawai Kemenpora.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gunawan Suswantoro, membuka acara dengan menekankan pesan penting dari Menpora Dito Ariotedjo.

"Pesan Mas Menteri hanya satu, tapi mendalam: jangan sampai ada pejabat atau pegawai Kemenpora yang melakukan korupsi," tegas Sesmenpora.

Baca Juga: GAMMA World MMA Championship 2024: Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia MMA Pertama di Asia Tenggara

Dalam sambutannya, Sesmenpora menjelaskan tiga aspek utama yang harus diperhatikan untuk mencegah korupsi:

  1. Sistem yang Transparan: Sistem penganggaran, terutama dalam pemberian bantuan pemerintah, harus diperbaiki untuk mencegah celah korupsi.
  2. Mentalitas Antikorupsi: Sesmenpora menekankan pentingnya perubahan mentalitas. "Mentalitas korupsi tidak boleh dibiarkan menular di lingkungan kerja kita," ujarnya.
  3. Keteladanan Pemimpin: Pejabat harus menjadi contoh dalam hidup sederhana. "Deskripsikan rasa cukupmu agar muncul rasa syukur. Ini penting untuk membentengi diri dari hidup berlebihan," tambahnya.

Baca Juga: Gastronomi dan Wellness Tourism: Pesona Ubud yang Mendunia

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, turut menjadi narasumber dalam acara ini.

Ia menjelaskan penyebab korupsi, mulai dari sikap angkuh (arrogance), tekanan (pressure), hingga kelemahan sistem (opportunity).

"Korupsi bisa dicegah dengan mengenali faktor penyebabnya, memanfaatkan whistleblowing system, dan memperkuat integritas," kata Amir.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan: Kolaborasi Daerah dan Pusat Dimulai

Ia mengajak seluruh pejabat dan pegawai Kemenpora untuk bersama-sama membangun budaya kerja yang bebas korupsi.

Acara ini menjadi langkah nyata Kemenpora dalam memperingati Hakordia 2024, dengan menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, akuntabel, dan transparan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenpora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X