WartaPesona.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (WamenEkraf/WakaBekraf), Irene Umar, menghadiri pembukaan pameran Urban Pulse Spectrum of Contemporary Art in Singapore di World Trade Center 2, Jakarta, pada Rabu (20/11/2024).
Baca Juga: Timnas Futsal Putri Indonesia Raih Posisi Ketiga di ASEAN Championship 2024
Dalam sambutannya, Irene menekankan pentingnya mengonversi karya seni menjadi nilai ekonomi untuk keberlanjutan industri kreatif di masa depan.
Pameran yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia ini menghadirkan tujuh karya seni kontemporer dari tujuh seniman terpilih.
Ajang ini menjadi platform untuk menguatkan hubungan diplomasi budaya antara kedua negara, sekaligus peluang kolaborasi ekonomi kreatif.
Baca Juga: FIFA Club Management Workshop: Langkah Erick Thohir Dorong Klub Indonesia ke Panggung Dunia
“Ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia, tidak hanya untuk lima tahun ke depan, tetapi juga seterusnya. Seni dan kreativitas harus dilihat sebagai aset ekonomi yang dapat dimanfaatkan di tingkat komunitas maupun bisnis,” ujar Irene.
Ia mendorong seniman dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di subsektor seni rupa untuk menjalin kolaborasi dan bertukar pikiran dengan Singapura.
Tujuannya adalah meningkatkan akses internasional bagi seniman Indonesia dan memperkuat konektivitas antarnegara melalui soft diplomacy.
Baca Juga: Misi Global Pencak Silat: Langkah Menpora Dito Membawa Warisan Budaya ke Olimpiade
“Harapannya, seniman kita bisa mendapatkan kesempatan tampil di luar negeri, menampilkan karyanya, dan saling berbagi ide dengan komunitas seni internasional. Ini adalah langkah besar untuk memperkuat hubungan bilateral kita,” tambahnya.
Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, menegaskan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura telah terjalin erat di berbagai tingkat, baik bilateral maupun regional.
“Dengan adanya Kementerian Ekonomi Kreatif di Indonesia, kami antusias bekerja sama untuk menciptakan masa depan ekonomi kreatif yang cerah, tidak hanya untuk kedua negara tetapi juga kawasan ASEAN,” ungkap Dubes Kwok.
Baca Juga: Dari Anak Tukang Parkir ke Pemimpin Pemuda: Kisah Inspiratif Akbar Apriansyah
Artikel Terkait
Khanduri Maulid Raya: Perpaduan Budaya dan Ekraf Aceh, Menguatkan Silaturahmi dan Ekonomi Kreatif
KREASI: Program Ekonomi Kreatif yang Libatkan Santri, Menteri Riefky Dorong Kreator Digital dari Pesantren
Ekonomi Kreatif: Berperan Penting untuk Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Hadapi Dinamika Global
Ekonomi Kreatif: Mesin Baru Menuju Indonesia Emas 2045