Sebagai pusat industri, Jawa Timur mencatat kontribusi besar terhadap ekonomi nasional. Pada Triwulan III 2024, sektor industri pengolahan menyumbang 25,55% terhadap ekonomi Pulau Jawa, dengan pertumbuhan 5,92%.
Subsektor makanan dan minuman mendominasi dengan kontribusi 40,18%, diikuti oleh industri tembakau (22,78%) serta kimia dan farmasi (9,83%).
“Dengan dukungan kebijakan industri hijau dan kolaborasi yang solid, kami optimistis transformasi ini mampu memperkuat posisi Indonesia dalam era ekonomi hijau dan digital,” kata Ransi.
Baca Juga: Kolaborasi Pemuda Masjid: Menpora Dito Sambut Program Sinergi BKPRMI
Transformasi ini bukan sekadar upaya ramah lingkungan, tetapi juga langkah strategis untuk menciptakan industri berdaya saing tinggi di pasar global. Era dekarbonisasi adalah momen emas bagi Indonesia menuju masa depan berkelanjutan. ***(HA)
Artikel Terkait
Industri TPT Indonesia Fokus Pada Keberlanjutan dan Ekspansi Pasar Global
Strategi Kemenperin Pacu Daya Saing Industri: Perketat Impor dan Perkuat Hilirisasi
Indonesia Manufacturing Center Purwakarta: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Industri Nasional
MoU Garam Lokal: Sinergi Kemenperin dan Petambak Demi Kemandirian Industri
IKM Menuju Era Industri 4.0: Transformasi Digital untuk Daya Saing Global