Batik Nusantara Bangkit: Sinergi Kemenperin dan IKM untuk Seragam Haji 2024

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Kamis, 21 November 2024 | 13:25 WIB
Suasana Pameran Industri Batik Nusantara 2024 di Plasa Industri, Jakarta. Stan IKM menampilkan koleksi batik khas dengan pengunjung yang berdiskusi aktif. (kemenperin.go.id)
Suasana Pameran Industri Batik Nusantara 2024 di Plasa Industri, Jakarta. Stan IKM menampilkan koleksi batik khas dengan pengunjung yang berdiskusi aktif. (kemenperin.go.id)

WartaPesona.com - Industri batik tak sekadar melestarikan budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen memberdayakan industri kecil dan menengah (IKM) batik melalui berbagai inisiatif, salah satunya kerja sama strategis dalam produksi seragam batik untuk jemaah haji.

Baca Juga: Permenpora Nomor 14 Tahun 2024: Akhiri Dualisme, Wujudkan Kepengurusan Cabor yang Solid

Langkah konkret ini diatur melalui SK Menteri Agama 1083/2023 dan SK Dirjen PHU 366/2023, yang memberi izin produksi seragam haji kepada 81 IKM terpilih.

Dari jumlah tersebut, hanya 12 IKM yang memenangkan tender produksi melalui Bank Penerima Setoran (BPS).

Untuk membantu IKM yang belum mendapatkan order, Ditjen IKMA menyelenggarakan Pameran Industri Batik Nusantara (IBN) 2024, 19-22 November di Plasa Industri, Jakarta.

Baca Juga: Tingkatkan Transparansi dan Prestasi: Wamenpora Tutup Bimtek Administrasi Olahragawan Elit Nasional

Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk mendukung keberlanjutan industri batik.

“Kami harap pameran ini membuka peluang pasar bagi IKM batik seragam haji, sekaligus memperkuat ekosistem batik nasional,” ujarnya.

Selain pameran, Kemenperin juga meluncurkan program sertifikasi Batikmark dan halal untuk memastikan kualitas, otentisitas, dan kehalalan produk batik.

Baca Juga: Apple Siap Investasi Rp1,58 Triliun di Indonesia: Kemenperin Dorong Komitmen TKDN untuk Ekosistem Digital Lokal

Langkah ini krusial dalam menghadapi persaingan global dan menjaga kepercayaan konsumen domestik.

Tren penggunaan batik yang kian populer di kalangan generasi muda menjadi peluang besar bagi pasar dalam negeri, meski harus bersaing dengan produk bermotif batik yang lebih murah.

Baca Juga: Motivasi Erick Thohir di Ruang Ganti Ampuh Mengantar Indonesia Kalahkan Arab Saudi

Sertifikasi ini juga diharapkan memperkuat daya saing batik Nusantara di pasar ekspor, yang sempat mengalami penurunan tajam sebesar 33,72% pada Triwulan II 2024 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: kemenperin.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X