"Lendir keong kaya kolagen dan elastin, bisa menjaga kelembapan kulit, merangsang produksi sel-sel baru, sehingga bisa dikembangkan sebagai produk anti-penuaan," bebernya, sebagaimana dilansir dari situs brin.go.id, Senin (7/10/2024).
Sebagai negara tropis, Ayu Savitri Nurinsiyah mengungkap dari 126.316 spesies keong di dunia, lebih dari 5.000 atau 6 persen berada di Tanah Air.
Baca Juga: Teras Malioboro, destinasi wisata belanja di Kota Jogja, komplit, apa saja ada!
"Sebanyak 557 spesies hidup di air tawar, 111 spesies di antaranya hidup sebagai endemik Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, dari keseluruhan terdapat 1.294 spesies berada di darat, dan 595 merupakan endemik Indonesia.
Menurut Ayu Savitri Nurinsiyah, Pulau Jawa dan sekitarnya merupakan salah satu daerah dengan keanekaragaman spesies keong darat yang tinggi.
Dari 263 spesies yang ada, 104 spesies di antaranya adalah spesies endemik atau hanya berada di Pulau Jawa dan pulau kecil di sekitarnya.
Baca Juga: Yogyakarta pasar besar komoditas telur ayam ras, sehari butuh 700 ton, Blitar siap pasok
Beberapa spesies bahkan hanya ditemukan di area tertentu, seperti pegunungan Halimun atau daerah sekitar Yogyakarta.
Dia mengatakan lagi, bahwa keanekaragaman ini tidak hanya terlihat dari segi jumlah spesies. Namun juga dari variasi karakter morfologis, habitat, serta perilaku ekologisnya.
Ada keong darat yang hidup di habitat kering dan berbatu, dan yang lain lebih menyukai lingkungan lembap di sekitar sungai atau air terjun.
Namun demikian, pengembangan riset keong darat sebagai obat dan kosmetik ini menghadapi berbagai rintangan. Salah satunya rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keanekaragaman keong darat dan potensi pemanfaatannya.
"Banyak yang menganggap keong darat sebagai hama. Padahal, keong memiliki peran ekologis dan ekonomi yang penting," katanya. ***(KKO)
Artikel Terkait
Kenali apa itu obat tradisional, dan cari tahu legalitasnya pada ciri-ciri berikut ini
Ciri-ciri obat tradisional mengandung bahan kimia, jika diamati ada butiran seperti kristal
BRIN mulai lakukan modifikasi cuaca atasi polusi udara Jakarta, 800 kilogram garam disemai di awan
Manfaat hanjeli sebagai tanaman obat, bisa menyembuhkan penyakit ringan hingga berat
Kemenkes RI luncurkan Temulawak tanaman obat Indonesia unggulan, Menkes Budi harap bisa seperti ginseng Korea
Peneliti BRIN: Penggunaan Obat-obatan kimia di Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu cukup besar, tertinggi Paracetamol
Benarkah minum obat hipertensi dalam waktu lama bisa menyebabkan gagal ginjal?
Begini menurut penelitian soal bahan pangan organik yang dipercaya lebih sehat