Kolaborasi Indonesia-Korea: Digitalisasi Pariwisata Melalui Konten Visual

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Senin, 7 Oktober 2024 | 10:00 WIB
Kolaborasi Kemenparekraf dengan ASEAN-Korea Centre (AKC) menggelar seminar "Crafting Tourism Narratives in Digital Content: Sharing Best Practices for Effective Promotion Through Visual Media". (Kemenparekraf)
Kolaborasi Kemenparekraf dengan ASEAN-Korea Centre (AKC) menggelar seminar "Crafting Tourism Narratives in Digital Content: Sharing Best Practices for Effective Promotion Through Visual Media". (Kemenparekraf)

 

WartaPesona.com - Kolaborasi Indonesia-Korea: Memanfaatkan Konten Digital untuk Meningkatkan Pariwisata

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama ASEAN-Korea Centre (AKC) terus memperkuat promosi pariwisata melalui konten digital.

Baca Juga: Begini menurut penelitian soal bahan pangan organik yang dipercaya lebih sehat

Melalui seminar "Crafting Tourism Narratives in Digital Content: Sharing Best Practices for Effective Promotion Trough Visual Media" yang diadakan di Bandung, 2 Oktober 2024, kedua pihak berbagi pengalaman tentang bagaimana narasi visual dapat menjadi alat efektif dalam mempromosikan destinasi wisata.

Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi seminar ini sebagai ruang untuk para pelaku industri bertukar pengalaman terbaik dalam memanfaatkan media digital.

Baca Juga: Benarkah pangan organik lebih baik bagi kesehatan? Faktanya tetap mengandung bahan berbahaya!

"Ini kesempatan baik bagi pelaku industri untuk saling berbagi praktik terbaik dalam pemanfaatan konten digital dan visual untuk promosi pariwisata," ujar Sandiaga, Sabtu (5/10/2024).

Sementara itu, Nia Niscaya, Ahli Utama Kemenparekraf, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan AKC menjadi bukti komitmen untuk mempromosikan sektor pariwisata antara Korea Selatan dan Indonesia.

"Kami berharap Bandung dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata berkualitas dan latar menarik untuk film dan konten digital bagi publik internasional, khususnya Korea Selatan," katanya.

Baca Juga: Pilkada 2024, demokrasi jadi perhatian dunia, Menkominfo Budi Arie ingatkan jaga ruang digital kondusif

Sekretaris Jenderal AKC, Kim Hae-yong, menambahkan bahwa tahun 2024 menandai 51 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Korea Selatan melihat Indonesia sebagai tujuan wisata favorit karena kekayaan alam dan budaya yang beragam.

"Keanekaragaman ini perlu dipromosikan lebih luas dengan konten digital, sejalan dengan perkembangan era digitalisasi," ujar Hae-yong.

Baca Juga: Pilkada 2024, demokrasi jadi perhatian dunia, Menkominfo Budi Arie ingatkan jaga ruang digital kondusif

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X