WartaPesona.com - Meski belum resmi menjadi Calon Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris sudah banyak bermanuver politik dengan menyerang kebijakan dan rencana Project 2025 Donald Trump.
Kamala Harris yang ditunjuk oleh Joe Biden untuk maju sebagai Calon Presiden Amerika Serikat, banyak mengkritisi berbagai kebijakan dan rencana Project 2025 Donald Trump di media sosial X.com.
Lewat akunnya di X.com, itu Kamala Harris juga mengajak rakyat Amerika Serikat untuk menolak rencana Project 2025 Donald Trump yang akan diberlakukan jika terpilih menjadi Presiden AS 2025 bersama pasangannya, JD Vance.
“Saya akan melakukan segala daya untuk menyatukan Partai Demokrat, dan mempersatukan bangsa kita untuk mengalahkan Donald Trump, dan agenda ekstrem Project 2025 miliknya,” kata Kamala Harris di akunnya.
Dia pun kemudian memperjelas perbedaan antara dirinya dengan Donald Trump, melalui berbagai kebijakan dan rencana program ke depan yang memang saling bertentangan. Dan, Kamala Harris menyebut hal itu sebagai hal yang akan dipertaruhkan pada November 2024 mendatang.
Kebijakan larangan aborsi secara nasional yang mungkin akan diberlakukan oleh Trump, menjadi salah satu sorotan tajam bagi Kamala Harris. Selain itu, juga kebijakan terkait santunan dan kesehatan bagi manusia lanjut usia (manula).
Baca Juga: Ternyata ini sebab Prabowo Subianto sering duduk dekat Presiden Jokowi di rapat
“Mari kita perjelas, Donald Trump akan menandatangani larangan aborsi nasional dan membatasi akses terhadap kontrasepsi. Itulah yang dipertaruhkan di bulan November. Kami akan menghentikannya,” kata Kamala Harris.
Dia mengatakan, dirinya bersama Joe Biden akan berupaya melindungi kebebasan reproduksi damn menuding Donald Trump akan mencuri kebebasan reproduksi dari perempuan di negara ini (AS –red).
Kamala Harris mengungkap, bahwa para penasihat Trump membuat cetak biru setebal 900 halaman untuk masa jabatan kedua atau Project 2025. Jika diberlakukan, undang-undang ini akan melarang aborsi secara nasional, dan membatasi akses terhadap kontrasepsi.
Wakil Presiden AS yang masih aktif mendampingi Presiden Joe Biden ini berpendapat, bahwa sampai kapan pun hak-hak reproduksi di negara bagian merah atau biru iperdebatkan pasca Dobbs, rakyat Amerika memilih kebebasan.
Baca Juga: Ini dampak cuaca dingin pada kesehatan, dari kulit kering hingga gangguan saluran pernapasan
Dia juga menyinggung pernyataan Donald Trump yang berjuang untuk warga lanjut usia, namun berniat memotong Jaminan Sosial dan Medicare yang merupakan penyelamat bagi banyak warga lanjut usia di negaranya.
Kamala Harris menggambarkan, bahwa lebih banyak pemberlakuan aborsi dan kurangnya kebebasan akan terjadi jika Donald Trump terpilih lagi sebagai Presiden AS.
Artikel Terkait
Joe Biden Disambut Oleh Sandiaga Uno, Menjelang KTT G20 Sejumlah Pemimpin Negara Mendarat Di Bali
Mengenal Anaconda, ular raksasa dari Amerika yang perkasa
Hamburger dari Amerika Serikat, karakteristik dan sejarahnya
Sandiaga Uno , Pesona Indonesia Kembali Memikat Pasar Amerika Melalui “Expo Indonesia en Mexico 2023
9 keunggulan Pesawat Tempur F-15EX buatan Amerika yang baru saja dibeli Menhan Prabowo
Via Telepon, Biden Beri Selamat Langsung Ke Prabowo Sebagai Presiden Terpilih
Proposal Mengejutkan dari Demokrat: Minta Biden Mundur dan Gelar 'Blitz Primary'
Donald Trump selamat dari penembakan orang tak dikenal, Joe Biden komentar begini
Luput dari maut, foto Donald Trump usai aksi penembakan jadi ikonik, trending di media sosial
Penembakan Donald Trump, Secret Service beri keterangan begini
Kamala Harris siap lawan Donald Trump di Pilpres 2024 Amerika Serikat