WartaPesona.com - Tingkat kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi perhatian serius bagi Muhammad Fawait yang karib disapa Gus Fawait.
Santri politisi muda Gus Fawait ini menyebut tingkat kemiskinan di Jember Jawa Timur yang masih tinggi tersebut menunjukkan dalam kepemimpinan terdahulu belum ada perubahan signifikan.
Menurut Gus Fawait, perlu ada lompatan yang jelas dalam membangun Jember Jawa Timur karena demografi masyarakatnya yang majemuk.
Sebagai informasi, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember pada tahun 2021 sebanyak 257,09 ribu jiwa, kemudian pada tahun 2022 turun menjadi 232,73 ribu, dan meningkat lagi pada tahun 2023 menjadi 236,46 ribu jiwa.
"Di Jember ini ada kalangan santri, petani, nelayan, pengusaha, pedagang, dan banyak sekali. Pemimpin di Jember harus punya visi terbaik sehingga pengentasan kemiskinan bisa terjadi," kata Gus Fawait.
Politisi Gerindra yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tiga periode itu mengungkapkan hal tersebut, saat menerima kunjungan CEO Promedia Teknologi Indonesia, Selasa (16/7/2024).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Posko Pemenangan Jember, Gus Fawait mengungkapkan keinginannya untuk membuat lompatan pembangunan seperti halnya di Kabupaten Banyuwangi.
Kader Ansor yang sudah berkiprah di politik sejak usia 21 tahun itu mengatakan, jika sektor pariwisata di Banyuwangi yang berkembang seharusnya juga bisa dilakukan di Jember.
Gus Fawait menegaskan jika Kabupaten Jember juga punya potensi yang tidak kalah dengan daerah lain. Punya wisata religi, alam, budaya, dan wahana wisata buatan.
"Kita punya pantai yang bagus seperti Papuma, Watu Ulo, makam para pendiri NU, dan makam-makam bersejarah yang menarik kunjungan ke Jember," beber Gus Fawait.
Selain itu, sambung Gus Fawait, di Kabupaten Jember ini juga terdapat sekitar 700 pondok pesantren yang perlu dikembangkan dengan baik.
Karena itu, perlu ada langkah dalam membangun masyarakat Jember yang berlatar belakang santri dan pondok pesantren.
"Jika pondok pesantren bisa berkembang bukan hanya dalam ilmu agama, akan bisa menjadi pengungkit ekonomi sehingga kesejahteraan juga akan meningkat," katanya.
Gus Fawait pun kemudian berharap, jika nantinya ditakdirkan menjadi Bupati Jember, maka perlu sokongan publikasi dan konsep pembangunan pesantren secara khusus, dan sektor lain secara lebih luas.
Artikel Terkait
Respon Anies Baswedan Terhadap Statement Kaesang Pangarep yang Siap Berduet di Pilkada
Anies Dipertimbangkan PDI Perjuangan Sebagai Calon Gubernur di Pilkada
Refleksi Ganjar Pranowo: Tidak Ikut dalam Pilkada 2024
Mahfud: Pasca Kasus Hasyim Asy'ari, KPU Tak Layak Jadi Penyelenggara Pilkada!
Bertemu Gus Munib, CEO Promedia Teknologi Indonesia bahas Pilkada 2024 Banyuwangi
Pilkada 2024 Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto pilih maju sebagai Wakil Bupati, alasannya ini
Namanya muncul sebagai Kartu Truf di Pilkada 2024 Banyuwangi, Ini kata Sekda Mujiono ketika ditanya