Sementara itu dikutip dari laman BRIN, webinar tentang "Quantifying Medicine Usage and Unveiling Disposal Practices: Environmental Concerns and Public Perceptions in the River Basin Households" diadakan pada Rabu (4/7/2024).
Dalam webinar itu mengungkap pengetahuan terkait risiko yang berhubungan dengan active pharmaceuticals ngredients (APIs) atau senyawa aktif farmasi pada masyarakat masih cukup terbatas.
Masyarakat terkadang tidak menyadari, bahwa membuang sisa obat-obatan dengan sembarangan akan memberikan risiko kesehatan bagi mereka maupun lingkungan.
Diskusi dalam webinar tersebut juga menyoroti beberapa aspek, antara lain penggunaan obat-obatan, yaitu mengukur jumlah dan jenis obat yang digunakan oleh rumah tangga di daerah aliran sungai.
Termasuk pemahaman tentang frekuensi penggunaan dan jenis penyakit yang paling sering diobati dengan obat-obatan tersebut. Adapun aspek kedua adalah praktik pembuangan obat, yaitu bagaimana masyarakat membuang obat-obatan yang tidak terpakai atau kadaluarsa. ***(KKO)
Artikel Terkait
Berwisata ke Sungai Hangang di Kota Seoul, bisa nyantai di taman, menikmati kuliner khas Korea, dan apa saja?
BRIN mulai lakukan modifikasi cuaca atasi polusi udara Jakarta, 800 kilogram garam disemai di awan
Arung Jeram Sungai Ayung: Menembus Keberanian dalam Arus Petualangan yang Menggelegar, Seru!
Persiapkan Diri dengan Baik: 5 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Arung Jeram di Sungai Ayung, Ubud Bali
Wisata Alam Raja Ampat, Ini Destinasi Air Terjun, Sungai, dan Desa Wisata untuk Menikmati Kuliner dan Souvenir
Terjebak Pesona Alam: Camping Seru di Pangalengan, Jawa Barat
Inilah 7 Kegiatan Menarik di Desa Wisata Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat
Kesenian Jawa Barat Sangat Kaya, Ini 9 Tari Sunda Tradisional yang Terus Dilestarikan
Sudah Pernah Mencoba Makanan ini? 5 Rekomendasi Kuliner Jawa Barat yang Dapat Dicoba
5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Barat yang dapat Dikunjungi di Akhir Pekan, Ingin Kemana?