Sungai Citarum Jawa Barat diduga tercemar limbah obat-obatan, benarkah?

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Selasa, 16 Juli 2024 | 11:12 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman.  (jabarprov.id)
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman. (jabarprov.id)

WartaPesona.com - Sungai Citarum Jawa Barat diduga tercemar limbah obat-obatan seperti paracetamol, yang dalam penelitian BRIN disebutkan masih banyak digunakan oleh masyarakat sekitar DAS tersebut.

Sepekan ini kabar dugaan Sungai Citarum di Jawa Barat tercemar oleh limbah obat-obatan seperti paracetamol, dan bahan kimia lainnya menjadi perhatian netizen.

Dugaan tercemarnya Sungai Citarum di Jawa Barat itu berawal dari sebuah penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait perihal tersebut.

Namun, benarkah Sungai Citarum di Jawa Barat yang legendaris itu tercemar limbah obat-obatan seperti paracetamol, dan bahan kimia berbahaya lainnya?

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, menampik bahwa Sungai Citarum tercemar oleh limbah obat-obatan dan bahan kimia lainnya seperti yang diberitakan.

Menurut Herman, dugaan tercemarnya Sungai Citarum itu muncul karena kesalahpahaman dalam membaca penelitian BRIN terkait Sungai Citarum.

Herman Suryatman menjelaskan, bahwa penelitian BRIN yang terkait dengan Sungai Citarum dan limbah obat-obatan itu fokusnya pada persepsi masyarakat.

Dia menjelaskan, bahwa fokus penelitian BRIN terkait hal tersebut adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat di sekitar DAS Citarum Hulu terhadap risiko pembuangan sisa obat-obatan.

Dia pun mengaku sudah bertemu langsung dengan peneliti BRIN yang melakukan penelitian tersebut yakni, Rosetyati Retno Utami.

Menurut Herman Suryatman, Peneliti Ahli Madya, Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN Rosetyati Retno Utami itu menyampaikan bahwa penelitiannya itu bertajuk 'Quantifying Medicine Usage and Unveiling Disposal Practices: Environmental Concerns and Public Perceptions in the River Basin Households'.

Penelitian tersebut merupakan tahap pertama untuk menggali persepsi risiko masyarakat dalam membuang sisa obat-obatan, dan estimasi penggunaan obat skala rumah tangga.

"Sasaran penelitiannya masyarakat, bukan air sungai Citarum," jelas Herman Sutryatman, seperti dikutip dari laman jabarprov.id, Selasa (16/7/2024).

Rosetyati Retno Utami dalam keterangannya pula memaparkan, bahwa dalam webinar maupun statement di laman BRIN tidak menyebutkan pencemaran APIs (Active Pharmaceutical Ingredients) di Sungai Citarum.

“Karena memang kami baru akan melakukan pengukuran konsentrasi APIs di Sungai Citarum. Rencananya pada kegiatan riset tahap kedua," kata Rosetyati Retno Utami.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X