Kemarahan Negara Eropa Atas Tindakan Israel di Rafah

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 29 Mei 2024 | 12:41 WIB
 (Tim Warta Pesona 01)
(Tim Warta Pesona 01)

 

WartaPesona.com - Israel melancarkan serangan udara brutal terhadap tenda kamp  di Rafah, Jalur Gaza, Palestina, pada Minggu malam, 26 Mei waktu setempat, menewaskan 45 orang.

Menurut laporan, korban serangan Israel di Rafah sebagian besar adalah perempuan, anak-anak, dan orang tua.

Meskipun Mahkamah Agung PBB pada hari Jumat (26/05) mengeluarkan keputusan untuk menghentikan invasi ke Rafah, Israel tetap melanjutkan serangannya.

Tindakan negara Zionis di Rafah  memicu kemarahan para pemimpin dunia, khususnya di Eropa, menuntut pelaksanaan perintah Pengadilan Dunia untuk menghentikan serangan tersebut.

Baca Juga: Jokowi Merasa Pemerintah Terlalu Banyak Membuat Aplikasi, Super Apps INA Digital Dirilis.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengekspresikan kemarahannya dengan menyerukan diakhirinya operasi Israel.

“Operasi ini harus dihentikan. Tidak ada tempat yang aman  bagi warga sipil Palestina di Rafah,” kata Macron di akun  X Platform pribadinya.

Kecaman Menteri Luar Negeri Annalena Verbock juga datang dari Jerman.

“Hukum kemanusiaan internasional berlaku untuk semua orang, termasuk tindakan Israel di masa perang,” kata Barbock, seperti dilansir Reuters.

Perwakilan diplomatik Uni Eropa Josep Borrell juga bereaksi terhadap serangan Israel di Rafah, dengan mengatakan bahwa keputusan Mahkamah Internasional harus dihormati.

Baca Juga: Polisi Berikan Keterangan Terkait Salah Tangkap Pegi Setiawan Pelaku dari Kasus Pembunuhan Vina

Pada hari Senin (27 Mei), Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Álvarez menyatakan bahwa serangan udara Israel terhadap kamp pengungsi di Rafah di Jalur Gaza Palestina tidak dapat diterima.

Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Álvarez mengatakan di Platform X bahwa ``Serangan Israel terhadap kamp pengungsi  Rafah, yang menewaskan puluhan warga Palestina, termasuk anak-anak, tidak dapat diterima. Ia juga menyerukan untuk menghindari  kematian dan penderitaan lebih lanjut.

“Kami menyerukan gencatan senjata segera dan penghormatan terhadap legalitas internasional oleh semua pihak,” kata Alvarez, menurut Anadolu Agency.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X