Prabowo Anggap Kritik itu Penting Asalkan Objektif

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 24 Mei 2024 | 10:11 WIB
Prabowo saat diwawancarai oleh TVOne
Prabowo saat diwawancarai oleh TVOne

WartaPesona.com - Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto menegaskan bahwa perkembangan internet dan media sosial akan memperkuat demokrasi di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang berlandaskan kedaulatan rakyat, di mana rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpin mereka.

"Karena rakyat Indonesia banyak, makanya, dilakukan sistem perwakilan. Jadi, rakyat punya kedaulatan memilih wakil-wakilnya masuk parlemen, rakyat pun dalam sistem presidensial punyak hak dia memilih presidennya, dia memilih bupatinya, dia memilih gubernurnya dan itu yang baku dan berlaku dan itu adalah kehendak rakyat kita,” jelas Prabowo saat diwawancarai TVOne.

Baca Juga: Prabowo Berencana Kurangi Biaya UKT di Perguruan Tinggi Negeri: Perlu Kalkulasi Matang

Saat ditanya tentang sikapnya terhadap kritik dalam pemerintahannya nanti, Prabowo menegaskan bahwa kritik sangat diperlukan dan harus tetap objektif.

“Harus dan boleh, itu namanya kritik, untuk kritik yang saya katakan tadi check and balances dikritisi justru mengamankan, tapi niat kritik itu membangun atau kritik untuk destruktif, tapi secara prinsip kritik itu harus menurut saya, namun yang objektif ya,” jawab Prabowo.

Mengenai kebebasan pers, Prabowo menyatakan pentingnya kebebasan ini meskipun beberapa media di Indonesia telah menjadi bagian dari konglomerasi bisnis.

“Pers mainstream itu bisnis dan bisnis itu ada pemiliknya, jadi, apakah media mainstream yang dimiliki oleh beberapa orang itu sungguh-sungguh mencerminkan kepentingan rakyat atau kepentingan dia?” kata Prabowo.

Baca Juga: Polemik Kenaikan UKT menjadi Perbincangan Hangat, Ini Respon Nadiem Makarim

Prabowo berharap dengan perkembangan media sosial, publik bisa mendapatkan informasi dari sumber yang lebih beragam dan tidak hanya dari segelintir pemilik media.

"Sekarang ada fenomena baru yang disebut revolusi informasi dengan media-media baru seperti internet dan media sosial, seperti TikTok. Informasi bisa cepat sampai ke rakyat," tutur Prabowo.

"Menurut saya, demokrasi akan semakin kuat. Tidak lagi hanya 5-6 orang yang bisa menguasai opini bangsa," tutupnya.***(TWP01)/SR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X