Tetapi pada tahun 1855, ketika tinggi menara mencapai sekitar 29 meter, konstruksi dihentikan.
Sejarawan mengatakan bahwa ini terkait dengan kematian Muhammad Amin Khan. Menara ini dihiasi dengan majolika dan ubin biru, hijau, dan putih. Hari ini, Kalta Minor adalah salah satu menara terindah di Asia Tengah.
Madrashah Muhammad Amin Khan dibangun pada tahun 1855. Terletak di dekat menara Kalta Minor.
Pembangunan madrasah dilakukan secara bersamaan dengan pembangunan menara. Inisiatif pembangunan institusi pendidikan rohaniah adalah Muhammad Amin Khan.
Ini adalah madrasah terbesar di Khiva. Juga dihiasi lebih kaya daripada yang lain. Ada 125 sel, di mana 260 siswa tinggal. Keunikan sel terletak pada dualitasnya. Saat ini, hotel dan kafe berlokasi di bangunan bekas madrasah tersebut.
Baca Juga: Empat Hari Road Trip Jawa Tengah. Intip Rekomendasinya
Kunya-Ark adalah benteng di dalam benteng. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1688 di dinding Ichan-Kala. Kunya-Ark dipagari dari benteng utama oleh tembok dan berfungsi sebagai tempat tinggal para khan Khorezm.
Dua masjid (musim panas dan musim dingin), kantor khan, ruang resepsi, harem, Mint, dan ruang utilitas dibangun di sini.
Kompleks Islam-Khoja, yang menyatukan madrasah dan menara dengan nama yang sama, dibangun pada tahun 1910.
Madrasah ini didedikasikan untuk Perdana Menteri penguasa Khiva Asfandiyar - Islam Khoja. Bangunan-bangunan ini dibangun dalam tradisi abad ke-XIV.
Menara setinggi 56 meter dianggap sebagai yang tertinggi di Khiva. Ini dapat terlihat dari hampir semua tempat di kota tua. ***(SA)
Artikel Terkait
Serengeti National Park, Tanzania: Surga Wisata Alam dan Kegiatan Menarik di Tengah Savana Tak Terbatas
Menjelajahi Keindahan Pegunungan Pamir di Tajikistan
Wisata Senegal : Memeluk Sejarah dan Seni di Ile de Goree Dakar
Menikmati Wisata Stadion dan Museum Benfica di Lisbon