WartaPesona.com- Kebanyakan dari orang tua berlomba agar anak-anaknya dapat menimbah pendidikan di Sekolah terbaik.
Segala jalan ditempuh untuk mendapatkan sekolah terbaik bagi anaknya, tentunya demi masa depan yang lebih baik.
Namun lain halnya menurut pakar parenting Harvard, Jennifer Breheny Wallace, ia berpendapat bahwa tidak ada sekolah bagus untuk anak.
Baca Juga: Zodiak Libra hari Kamis 23 November 2023, saatnya mulai berbagi, jangan simpan sendiri
Sebaliknya, justru tekanan sejak usia dini agar bisa masuk ke sekolah bagus atau ke perguruan tinggi yang bergengsi dapat memicu adanya krisis kesehatan pada mental anak.
Hal demikian, banyak terjadi saat ini menimpah pada anak di Amerika Serikat.
Dikutif dari beberapa sumber, Wallance mengatakan, bahwa yang perlu dilakukan pertama adalah menyadari memang ada perguruan tinggi yang statusnya bagus.
Bisa jadi hal itu yang baik dianggap oleh orang tua untuk menuai jalan kehidupan menuju sukses, malah justru memperburuk keadaan.
Baca Juga: Harmoni dan Pemulihan: Perjalanan Move On Zodiak Libra dalam Lima Bulan
Dirinya sendiri berusaha untuk melakukan hal itu, pada ketiga anak-anaknya untuk menekan stres.
Ia berpendapat, bahwa peringkat sekolah yang sifatnya subyektif atau perguruan tinggi mana pun tidak serta merta berkaitan dengan kebahagian atau kesuksesan anak dimasa depan.
Menurut Wallace, Anda bisa menyelamatkan anak Anda, serta diri Anda sendiri, dari rasa stres dengan cara menghilangkan mitos yang menjadi prestise, yakni perguruan tinggi adalah kunci rahasia dari kesuksesan.
Baca Juga: Ketangguhan Leo: Eksplorasi Kecepatan Move On Zodiak yang Diperkirakan Hanya 1-2 Minggu
Sekolah yang terbaik bukan menjadi utama
Riset telah membuktikan, tidak ada jaminan yang ideal bagi masa depan yang disebabkan karena masuk pada sekolah atau perguruan tinggi terbaik dan bergengsi.
Justru peran orang tua sebaliknya harus menerangkan kepada anaknya bahwa adanya orang-orang berhasil atau sukses mencapai bahagia tidak serta merta mendapatkannya dari lembaga pendidikan yang elit dan bergengsi tersebut.
Perlu kita ketahui bahwa yang menimbah pendidikan di sekolah-sekolah elit yang bergengsi dan sangat selektif ini, namun kehidupannya tidak serta merta pasti berjalan baik sesuai harapan mereka.
Semua kita kenal dengan orang-orang dewasa di sekeliling kita, yang menimbah ilmu di lembaga pendidikan (sekolah) atau perguruan tinggi yang sebelumnya belum pernah kita dengar, hidupnya justru menjadi luar biasa.
Sebagai orang tua justru mengajarkan kepada anaknya, agar dapat menuai hasil yang maksimal dari lembaga pendidikan mereka. Tidak peduli dimana pun, dan kapan pun mereka bersekolah.
Pada tahun 2014, survei terhadap 30.000 lulusan dari perguruan tinggi Amerika Serikat (AS), telah dilakukan oleh Purdue dan Gallup University.
Kesejahteraan dapat dihasilkan dari apa yang sudah diperbuat, atau dari pengalaman saat belajar, bukan dari kampusnya. Hal-hal tersebut mencakaup dari kegiatan misalnya ekstrakurikuler, magang yang sangat menarik, atau dengan cara mencari mentor yang baik agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lebih menyenangkan.
Dasar intinya adalah, apakah para pelajar atau mahasiswa/i tersebut merasa dirinya berharga bagi kampus atau lembaga pendidikan mereka? Ucap Wallance.
Berdiskusi secara sehat
Kendati demikian, orang tua tetap dapat menekankan bahwa pendidikan sangat penting dengan cara membangun diskusi secara sehat bersama anak.
Contohnya, dengan cara dialog membicarakan soal-soal kampus atau yang berkaitan dengan masa depan anak, meski hanya satu atau dua jam dalam sepekan, atau ketika anak membuka obrolan dengan orang tua.
Saat berdiskusi tentang sekolah, usahakan untuk fokus pada obrolan atau gagasan tentang kampus yang terpenting, itu lebih baik ketimbang mencari rekomendasi tempat belajar atau kampus-kampus yang elit dan bergengsi.
Misalnya, dengan mencari sekolah yang cocok untuk di rekomendasikan pada anak, agar mereka dapat memberikan pengaruh baik untuk kampus dan dirinya.
Hal demikian akan berpengaruh terhadap diskusi soal sekolah dan kampus untuk tidak menjadi hal yang menjadikan stres pada mental anak, juga dapat menekan faktor-faktor yang lebih tepat untuk memprediksi kesuksesan masa depan dan kesejahteraan secara menyeluruh.
Sebagai Orang tua, tentunya dapat mempertimbangkan terkait apa sebenarnya yang mengarah pada jalan hidup yang baik bagi orang tua untuk anak-anaknya.
Hal itu, mengartikan adanya hubungan yang terjalin baik, memiliki pekerjaan dengan tujuan, serta merasa kompeten dalam hal-hal tersebut.***
Penulis : Feri Candra
Artikel Terkait
Tiga Pilar Keamanan Kelurahan Gunung Sahari Utara Turut Berpartisipasi dalam Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturrahim
Momentum Prof Mahfud MD di Kampung Halaman: Tegaskan Visi Bersih dan Panggilan Gotong Royong
Sudah tahu belum? Bahasa Indonesia jadi bahasa resmi UNESCO, alasannya begini
Menaker Ida Fauziyah: Penetapan UMP 2024 paling lambat 21 November 2023
Menuju Makzulkan Jokowi: Peluang dan Tantangan di Meja DPR
Penutup Rangkaian Inisiatif Asah Digital: Transformasi Pemuda Aceh Menuju Masa Depan Cerah
Energi Membara di ANC 2023: JKT48 dan Diskoria Berjaya, Antusiasme Penonton Melebur dalam Suasana Spektakuler
Zodiak Taurus hari Rabu 22 November 2023, tak perlu ada lagi keraguan, maafkanlah dia
Silaturahmi Penuh Inspirasi: Yenny Wahid Cerita Keberanian Ganjar-Mahfud dan Kedekatan dengan Rakyat di Malaysia
UMP 2024 DKI Jakarta naik jadi Rp5 juta, pertimbangannya ini