Kegelisahan Tersembunyi: Demokrasi Indonesia Tidak Sedang Baik-baik Saja

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 15 November 2023 | 10:56 WIB
Demokrasi di Indonesia- Pasangan Capres dan Cawapres Ganjar- Mahfud. (Foto : Instagram Ganjar_pranowo)
Demokrasi di Indonesia- Pasangan Capres dan Cawapres Ganjar- Mahfud. (Foto : Instagram Ganjar_pranowo)

WartaPesona.com- Dalam pandangan A Bakir Ihsan, seorang pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kita dihadapkan pada kenyataan yang mencengangkan: politik zaman sekarang telah kehilangan esensinya.

Dalam dunia yang semakin kompleks, integritas menjadi sekadar puing di antara pecahan politik yang membingungkan.

“Sketsa politik yang terbangun saat ini belum mencerminkan arah yang kuat bagi suburnya integritas di tengah hegemoni partai politik yang belum beranjak dari demokrasi setengah hati, bahkan cenderung menikmatinya,” kata Bakir Ihsan dihubungi hari ini (14/11).

Baca Juga: Kontroversi Tak Terduga: Memahami Penolakan Normalisasi Pelanggaran Konstitusi dalam Pencawapresan Gibran

Demokrasi yang dijalankan setengah hati, tidak adanya integritas, terlihat di wajah politik hari ini.

“Termasuk hukum yang tajam ke bawah, tumpul ke atas (elite), dan tebang pilih secara horizontal, termasuk keberpihakan (ketidakadilan) aparatur negara dalam banyak hal, termasuk dalam konteks pemilu,“ tegas Bakir Ihsan.

Sebelum lonceng kampanye pemilu berbunyi, Indonesia telah dihadapkan pada sejumlah pelanggaran yang menciptakan ketegangan di panggung politik.

Baca Juga: Seni Minum Teh Jepang: Mencicipi Keanggunan Minuman Matcha

Media massa memajang kebobrokan ini di halaman depan, tetapi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta masyarakat untuk menjadi detektif kebenaran.

Dalam menghadapi potensi penyelewengan pemilu yang tinggi, LSM dan masyarakat dihimbau untuk proaktif dalam mengawal Pemilu yang Luber Jurdil.

Kekecewaan juga tergambar dari pernyataan Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred), yang merasa cemas dengan kondisi politik akhir-akhir ini.

Baca Juga: Kemenag usulkan biaya haji 2024 naik jadi Rp105 juta, DPR RI pastikan tak memberatkan jemaah

Mereka khawatir bahwa situasi ini dapat mengakibatkan guncangan politik, ketidakstabilan keamanan, dan dampak negatif terhadap ekonomi nasional.

Dalam respons terhadap kondisi yang memprihatinkan ini, pada 9 November 2023, anggota Forum Pemred berkumpul untuk menyelaraskan pandangan mereka.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 2,5 jam, Forum Pemred menyimpulkan bahwa Indonesia sedang mengalami masa sulit.

Forum Pemred menekankan perlunya komitmen dari Presiden Joko Widodo untuk memastikan bahwa Pemilu 2024 berjalan sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku, sejalan dengan UUD 1945 dan semangat reformasi 1998.

Selain itu, mereka mendesak pemeliharaan stabilitas politik, keamanan, ekonomi, dan aspek sosial masyarakat hingga akhir masa pemerintahan pada Oktober 2024.

Dalam maklumatnya, Forum Pemred mengajak untuk melakukan konsolidasi nasional agar kehidupan bernegara dapat kembali normal dan kualitas demokrasi Indonesia semakin membaik.

Kepada calon presiden dan wakil presiden, Forum Pemred menyerukan kontestasi yang berintegritas, sesuai dengan konstitusi, dan tanpa melakukan kecurangan apa pun.

Mereka juga menegaskan perlunya pengunduran diri dari jabatan bagi para kandidat yang masih menjabat sebagai pejabat negara, menyingkirkan potensi penyalahgunaan fasilitas negara selama masa kampanye.

Dengan demikian, pandangan Forum Pemred memberikan pencerahan terhadap tantangan mendesak yang dihadapi Indonesia, menantikan komitmen nyata untuk menjaga demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X