Pembelaan tersebut dinilai Anang sebagai pernyataan tidak pas karena pelanggaran etik berat yang dilakukan Anwar Usman sudah terbukti dalam sidang MKMK.
"Itu kan pelanggaran berat. Kalau kemudian yang bersangkutan itu masih menganggap dirinya sebagai korban itu kan kurang pas, playing victim,” sambung Dosen Hukum Tata Negara FH UII Yogyakarta itu.
Menurutnya pernyataan Anwar Usman sebagai korban fitnah tidak sesuai fakta. Anwar Usman diketahui pernah mengenalkan diri sebagai Ketua MK dan bagian dari keluarga Jokowi.
"Itu seolah menunjukkan 'saya sebagai bagian dari keluarga istana' yang butuh rekognisi dari pihak lain," tambahnya.
Menurutnya frasa fitnah yang digunakan Anwar Usman juga tidak pas. Karena pelanggaran etik berat Anwar Usman sudah dibuktikan MKMK. “Kan kata fitnah itu harus dibuktikan kebenarannya. Mekanisme pembuktian itu ada di persidangan MKMK," lanjutnya.
Anang juga menyebut putusan MKMK memang tidak sesuai harapan publik yang menghendaki Anwar Usman dicopot sebagai hakim konstitusi.
"Saya pribadi juga kecewa dengan putusan MKMK, tapi itu kan sudah menjadi fakta hukum. Ya sudah kita terima. Masyarakat, saya berharap tidak terlalu memperpanjang masalah ini.
Cukup kita fokus pada bagaimana mengawasi MK ke depan, supaya MK tetap bisa menjaga martabatnya," pungkasnya.(*/AA)
Artikel Terkait
Hasil Survei: Warga Jawa Timur Mendukung Erick Thohir sebagai Cawapres Pilihan Jokowi
Jokowi-SBY: Kisah Pertemuan yang Mengubah Dinamika Politik Indonesia
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Menghilang, Begini Tanggapan Presiden Jokowi
Presiden Jokowi ingatkan urusan pangan penentu stabilitas, TNI diminta peka
Presiden Jokowi Memimpin KTT AIS Forum 2023: Indonesia Tampil di Panggung Global
Deklarasi Prabowo-Erick Thohir Ditunda karena Erick Thohir Masih dengan Jokowi di Arab Saudi
Putri Pendiri NU Berdoa untuk Keselamatan Jokowi di Akhir Jabatannya
Ikrar Nusa Bhakti ungkap kemungkinan buruk jika Gibran maju di Pilpres 2024, Jokowi bisa 'crash landing'
Baru sepekan jadi KSAD, Jenderal Agus Subiyanto diajukan sebagai Panglima TNI, begini alasan Presiden Jokowi
Netralitas Jokowi dalam Sorotan, Menelusuri Fakta di Balik Omongan Aturan Tegas, Begini Kata Pengamat