Jokowi-SBY: Kisah Pertemuan yang Mengubah Dinamika Politik Indonesia

photo author
Feri Candra, Warta Pesona
- Selasa, 3 Oktober 2023 | 21:58 WIB
Menyongsong perubahan dan perbaikan. | WartaPesona.com (Foto: Instagram resmi @pdemokrat)
Menyongsong perubahan dan perbaikan. | WartaPesona.com (Foto: Instagram resmi @pdemokrat)

WartaPesona.com - Adanya pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, dinilai seolah menjadi sinyal untuk Partai berwarna biru donker dengan lambang mercy ini akan mendapat jatah di kursi menteri. 

Jika spekulasi tersebut terjadi, maka Joko Widodo (Jokowi) dinilai sedang berupaya untuk membebaskan diri dari bayang-bayang intervensi Megawati selaku Ketua Umum PDI-P, Partai berlambang banteng yang selama ini dianggap memiliki hubungan yang kurang baik dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Baca Juga: Mendikbudristek: Program Merdeka Belajar sudah diterapkan di 300 ribu satuan pendidikan, hasilnya begini

Apabila Jokowi pada akhirnya memberi jatah kursi menteri kepada Partai yang di gawangi oleh AHY tersebut (Demokrat). 

Affairs Ahmad Khoirul Umam, selaku Direktur Eksekutif Institute for Democracy menjelaskan pandangannya terkait pertemuan Jokowi dengan SBY. 

Menurutnya, pertemuan tersebut akan menjadi momentum terbesar untuk terjadinya rekonsiliasi kekuatan politik antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang akan bebas dari bayangan tekanan atau intervensi Megawati. Pada Senin, 2-Oktober-2023. 

Khoirul Umam berasumsi bahwa pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan pertemuan kedua pemimpin yang dikenal dengan poros dua kubu politik yang berbeda, namun tetap mampu membangun komunikasi politik dengan produktif untuk pemilu 2024 mendatang. 

Menurut Khoirul Umam, selain isu politik kebangsaan, tidak menutup kemungkinan juga bahwa Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendiskusikan sebuah isu politik praktis yang berkaitan dengan Koalisi Indonesia Maju, yang dimana menjadi tempat bagi Partai Demokrat bernaung. 

Khoirul Umam pun menambahkan, jika hal itu benar-benar terjadi, maka ini akan menjadi momen penambahan moril perjuangan dari sisi kubu Prabowo Subianto terkait pencapresan, yang saat ini terlihat seolah mendapat dukungan dari kedua tokoh Presiden, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mantan Presiden RI yang ke-6 dan Joko Widodo (Jokowi) Presiden RI yang ke-7. 

Baca Juga: Sandiaga Uno Mendukung Kerjasama Seniman Indonesia dan Jepang untuk The Smiling Old Women Simak Informasinya

Umam pun menerangkan, oleh karena itu Demokrat yang kini merapat pada kubu koalisi pemerintahan, wajar jika muncul spekulasi tentang pandangan yang memungkinkan Partai Demokrat mendapat jatah kursi di kementrian di tengah isu yang merebak, yaitu isu reshuffle, perombakan di Kabinet Indonesia Maju. 

Tak hanya itu, dalam sejumlah wacana perdebatan kebijakan publik, demokrat yang belakangan ini mulai tampak bergeser posisi ke tengah, kendati Demokrat tetap menjaga nalar konstruktifnya yang kritis. 

Namun disisi lain, Khoirul Umam pun menambahkan keterangannya, bahwa Partai Nasdem (Nasional Demokrat) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini berada di gerbong koalisi Perubahan untuk Persatuan, terlihat semakin kencang dan mulai berani memperlihatkan centang garis perbedaannya dengan arah garis kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Dengan adanya kondisi tersebut maka akan menguji Joko Widodo (Jokowi). 

Apakah Jokowi benar-benar bisa membuktikan bahwa dirinya memegang prinsip kekuatan Presidential dengan hak veto politik yang amat besat. 

Ataukah akan tetap patuh dan tunduk dibawah bayangan intervensi atau tekanan pimpinan partai asalnya yang konon pernah membuat pernyataan bahwa partainya (PDI-P) keberatan dengan masuknya Demokrat pada koalisi kabinet pemerintahan di 2019 yang lalu. 

Jolo Widodo (Jokowi) yang diketahui menerima kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat di Istana Bogor, Jawa-Barat, pada Senin sore, sekitar satu jam lamanya pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung. 

Adanya pertemuan tersebut, bisa memicu spekulasi, Demokrat dimungkinkan mendapat jatah kursi di kementrian, ditengah ramainya isu perombakan terkait komposisi menteri. 

Baca Juga: Febri Diansyah Jadi Kuasa Hukum Syahrul Yasin Limpo: Kasus Korupsi Kementan Terungkap

Kendati demikian Demokrat tak ingin berangan-angan terkait kemungkinannya dapat masuk dalam lingkar kabinet pemerintahan. 

Herzaky Mahendra Putra, selaku Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, menanggapi bahwa keputusan terkait perombakan kabinet adalah kewenangan penuh Presiden Joko Widodo (Jokowi).  *** (FC)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X