WartaPesona.com- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum, atau Forum Negara-Negara Pulau dan Kepulauan, telah menjadi momentum penting dalam gerakan bersama menuju pembangunan ekonomi biru dunia.
Ekonomi biru, yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan, menjadi kekuatan penggerak dalam pemulihan dan transformasi ekonomi global.
Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Odo Manuhutu, menekankan bahwa manfaat dari forum ini mungkin tidak akan langsung terasa saat ini, tetapi dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, kontribusi nyata bagi dunia, termasuk Indonesia, akan terwujud.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Membangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif demi Masa Depan Berkelanjutan
Untuk mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan bagi lautan, negara-negara pulau dan kepulauan perlu mengembangkan solusi cerdas dan inovatif yang berbasis pada alam.
Pertemuan di KTT AIS Forum diharapkan dapat memupuk kolaborasi yang kuat dalam mengatasi tantangan multi-segi di wilayah ini.
Kolaborasi menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan bersama seperti mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, pengembangan ekonomi biru, penanganan sampah plastik laut, dan tata kelola maritim yang baik.
Baca Juga: Bunga mawar putih, mewakili sejuta perasaan yang sulit diucapkan, tak sekadar cinta saja
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Usman Kansong, menekankan fokus pada tiga aspek utama dalam pertemuan ini, yaitu pembangunan ekonomi biru, tantangan perubahan iklim, dan mempererat solidaritas antara negara pulau dan kepulauan.
Melalui KTT AIS Forum, negara-negara pulau dan kepulauan berusaha membangun solidaritas untuk mengatasi ancaman terhadap lingkungan.
Mereka berkomitmen untuk memulihkan kondisi lingkungan sambil meningkatkan ekonomi biru yang berkelanjutan. Konsep gotong royong menjadi prinsip utama dalam menjalin kerja sama di antara mereka, dengan saling ketergantungan, saling membantu, dan saling menguntungkan sebagai landasan.
Baca Juga: Bunga mawar putih yang kaya makna, dari lambang cinta hingga duka, bisa jadi potensi ekonomi juga
KTT AIS Forum 2023 menjadi wadah penting bagi negara-negara pulau dan kepulauan untuk bertukar informasi dan mencari solusi bersama atas tantangan bersama, seperti perubahan iklim, tata kelola kelautan, dan polusi.
Forum ini menekankan pentingnya menjaga satu sama lain dalam konteks kesamaan kondisi geografis dan tantangan yang dihadapi oleh negara-negara pulau dan kepulauan.
Dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan lingkungan, KTT AIS Forum 2023 diharapkan akan menjadi tonggak kesadaran bagi semua pemangku kepentingan dalam mencari solusi nyata untuk melindungi dan memelihara lautan, sumber daya alam, dan ekosistem yang esensial bagi kehidupan di planet ini.***
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Memberikan Apresiasi Luar Biasa pada Grand Finalis Gameseed 2023
Sandiaga Uno Memeriahkan 'World Tourism Day Golf Challenge 2023' di Bali: Misi Promosi Wisata Alam dan Geopark
Sandiaga Uno Mendukung Kerjasama Seniman Indonesia dan Jepang untuk "The Smiling Old Women" Simak Informasinya
Sandiaga Uno Pamerkan Pesona Kota Bitung di Festival Selat Lembeh 2023
Sandiaga Uno: Membawa Keajaiban Desa Wisata ke Panggung IMT-GT Expo dan Pesona Melayu Pesisir 2023
Sandiaga Uno: Platform FCE Mendorong Indonesia sebagai Pemimpin Ekonomi Kreatif Global
Sandiaga Uno Ajak Santri Berperan dalam Revolusi Digital Untuk Hadapi Tantangan Kedaulatan Pangan
Sandiaga Uno : MILO ACTIV Indonesia Race 2023 Dorong Wisata Olahraga Indonesia ke Puncak Prestasi
Sandiaga Uno : Festival MojoBatik 2023, Eksplorasi Kreatif Batik Kontemporer dengan Pewarna Alami
Sandiaga Uno: Membangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif demi Masa Depan Berkelanjutan