WartaPesona.com- Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak serius bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Dalam upaya menghadapi tantangan ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah melangkah untuk menyosialisasikan panduan komunikasi krisis sektor parekraf di dua provinsi yang sangat bergantung pada industri ini, yaitu Jawa Barat (Jabar) dan Bali.
Panduan ini tidak hanya bertujuan untuk merespons krisis yang sedang terjadi, tetapi juga untuk mengantisipasi isu-isu yang berpotensi menjadi krisis di sektor parekraf.
Baca Juga: Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta memperingati Maulid Nabi digelar di tiga lokasi, meriah!
Dalam pernyataannya di Bali pada 27 September 2023, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, menjelaskan bahwa panduan ini berisi checklist langkah-langkah komunikasi yang harus dilakukan dalam situasi krisis.
Panduan ini akan dipantau melalui Crisis Detection Analysis (CDA), sehingga respons yang cepat dan tepat dapat diberikan.
Sosialisasi panduan ini telah dilaksanakan pada tanggal 22 September 2023 di Jawa Barat dan 26 September 2023 di Bali.
Baca Juga: Polri Mendukung Kebersihan Sepakbola dengan Menetapkan Enam Tersangka Mafia Bola Liga 2 Musim 2018
Dalam acara tersebut, para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait dengan sektor parekraf turut hadir untuk memahami pentingnya komunikasi krisis dalam menjaga reputasi dan citra destinasi pariwisata.
Menurut Dewi, sektor parekraf, terutama pariwisata, merupakan industri yang sangat bergantung pada persepsi.
Persepsi ini muncul dari pengalaman dan citra yang dibangun melalui berbagai aktivitas pariwisata seperti liburan, hiburan, dan wellness. Oleh karena itu, menjaga reputasi dan citra destinasi pariwisata sangat penting.
Baca Juga: Pewarna alami Karmin dari serangga Cochineal, dipakai untuk kain hingga makanan dan minuman
"Dalam kondisi krisis, ketidakpastian dan kegelisahan adalah hal yang umum. Sektor Parekraf memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap krisis. Komunikasi strategis memiliki peran penting dalam mencegah atau mengurangi dampak negatif dari krisis parekraf," ujarnya.
Dalam langkah-langkah ke depan, Kemenparekraf berencana untuk membentuk Forum Manajemen Komunikasi Krisis (MKK) yang akan membantu menyediakan narasi yang konsisten dari pusat hingga daerah saat muncul isu-isu terkait parekraf.
Forum ini akan memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik melalui berbagai saluran komunikasi adalah akurat dan sesuai.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Mendorong Pelaku Ekonomi Kreatif di Bintan untuk Eksplorasi Nilai Tambah Produk
Sandiaga Uno: Event Internasional Mampu Meningkatkan Kunjungan Wisman ke Kepri
Sandiaga Uno: Dampak Kebakaran, Okupansi Hotel di Bromo Mengalami Penurunan
Sandiaga Uno: Meningkatkan Citra Kuliner Nusantara melalui Pembangunan Restoran Embassy 1967 di Singapura
Sandiaga Uno Mengapresiasi Kemitraan RI-Singapura: SCALE IX, Jembatan Pendidikan Antar Negara
Sandiaga Uno: kemenparkraf Mengulurkan Tangan Bantu 18 Desa Wisata di 11 Provinsi dengan Dana DPUP
Sandiaga Uno Merelakan Putri Sulungnya, Atheera, Melangkah ke Pernikahan Bahagia
Sandiaga Uno : Kain Batik Berhias Keagungan, Istana Berbatik Menyemarakkan Dunia Internasional
Sandiaga Uno Ungkap Rencana Kilat Kemenparekraf: IndoBisa 2023 Menyongsong Era Ekonomi Digital
Sandiaga Uno: Menggebrak Dunia Internasional dengan Sosialisasi Pungutan Pajak Wisman