WartaPesona.com- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Indonesia bersinergi dengan World Intellectual Property Organization (WIPO), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk menghadirkan kelas kekayaan intelektual (KI) yang mengusung tema "Intellectual Property and Mobile Applications: Business and Legal Issues."
Dalam pembukaan workshop yang berlangsung di JS Luwansa, Kuningan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan harapannya bahwa kegiatan ini akan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif subsektor aplikasi, khususnya aplikasi seluler (mobile apps).
"Aplikasi seluler (mobile apps) telah menjadi pendorong utama dalam mengembangkan ekonomi kreatif.
Mereka telah mengubah bagaimana kita berinteraksi, menciptakan, dan mengkonsumsi konten," ujar Menparekraf Sandiaga.
Ia menekankan bahwa subsektor aplikasi memiliki dampak besar pada perekonomian Indonesia, sehingga peningkatan kapasitas dan kapabilitas para pelaku di dalamnya, terutama dalam hal kekayaan intelektual, menjadi hal yang sangat penting.
Workshop ini berlangsung selama dua hari hingga 5 September 2023, bertepatan dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta.
Baca Juga: Belitong Heritage City Walk Street Carnival: Menguatkan Warisan Sejarah Wisata di Belitung
Menparekraf Sandiaga juga menyoroti peran penting pendapatan dari mobile apps dalam kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Hal ini menunjukkan betapa esensialnya mobile apps dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan kekayaan intelektual yang hadir untuk melindungi inovasi para kreator.
Deputy Director General WIPO, Sylvie Forbin, dalam sambutannya, menyatakan bahwa WIPO, sebagai organisasi kekayaan intelektual dunia, sepenuhnya mendukung potensi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.
Baca Juga: 4 tips aman transaksi online agar terhindar dari jebakan kejahatan siber
Indonesia dipilih sebagai salah satu penerima manfaat kolaborasi WIPO, bersama dengan negara-negara lain seperti Chile, Uruguay, dan UAE.
“Kami sangat bersemangat untuk berkolaborasi dan mendukung pengembangan potensi KI (kekayaan intelektual) dalam industri kreatif digital di Indonesia," kata Forbin.
Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual Industri Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Robinson Sinaga.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno: Destinasi Wisata Fenomenal "KAWS: Holiday Indonesia" di Candi Prambanan Memikat Wisatawan
Sandiaga Uno : Prestasi Gemilang Bola Basket Indonesia Semangat dari FIBA World Cup
Sandiaga Uno Mengajak ASITA: Memperkuat Sektor Pariwisata Melalui Inovasi dan Kolaborasi
Sandiaga Uno Apresiasi Keberhasilan Penyelenggaraan MesaStila100, Semarak Sport Tourism Indonesia
Sandiaga Uno : Capaian Gemilang Realisasi Anggaran Kemenparekraf Tahun 2022 Mendekati Puncak dengan 97 Persen
PPP optimis Sandiaga Uno jadi Cawapres 2024, populer di kalangan Emak-emak, Anak muda, Ekonom, Religius
Sandiaga Uno Ungkap Rencana Kemenparekraf Tahun 2024 di Hadapan Komisi X DPR RI, Visi Baru Pariwisata
Sandiaga Uno Memukau di Event JPJR Belitung Timur dengan Tarian 'Gajah Manunggang
Sandiaga Uno : Belitung Destinasi Post Event yang Menggoda Setelah KTT ASEAN ke-43
Sandiaga Uno : Kelezatan Kuliner Jakarta, Jajanan Pasar Khas untuk Diplomat dan Tamu KTT ASEAN 2023