Agus mengingatkan, bahwa berbagai riset menyebut infeksi sekunder terhadap penyakit respirasi biasanya lebih tidak baik daripada infeksi yang pertama.
Karena itu, pencegahan sangat penting dilakukan, terutama pada empat kelompok risiko tinggi.
Diapun menyarankan kepada masyarakat agar melakukan langkah 6M 1S untuk mencegah risiko dampak kesehatan dari polusi udara tersebut.
Adapun 6M dan 1S itu adalah:
1. Memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau website.
2. Mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah, kantor, sekolah, tempat umum di saat polusi udara tinggi.
3. Menggunakan penjernih udara dalam ruangan
4. Menghindari sumber polusi dan asap rokok
5. Menggunakan masker saat polusi udara tinggi
6. Melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
7. Segera konsultasi daring atau luring dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan. ***
Artikel Terkait
Polusi udara di Jakarta, warga DKI diimbau pakai masker cegah ISPA
Polusi udara di Jakarta masih tinggi, IQAir catat kualitas udara ibu kota Selasa 15 Agustus Tidak Sehat!
Begini langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta, singgung kemungkinan Work from Home
Bukan polusi udara, Presiden Jokowi sebut polusi budaya di Pidato Kenegaraan 2023, apa itu?
BRIN mulai lakukan modifikasi cuaca atasi polusi udara Jakarta, 800 kilogram garam disemai di awan
Atasi polusi udara di Jakarta, Pemprov DKI mulai terapkan WFH, tilang emisi masih dikaji
Dampak polusi udara, 674 Puskesmas dan 66 RS di Jabodetabek disiapkan antisipasi ISPA dan pneumonia