Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Adrian Pancapana pun menyatakan mendukung penerapan i-Tree tersebut.
Menurut Dodit, teknologi digital i-Tree bisa menjadi fondasi untuk melakukan pendekatan penghitungan nilai tinggi dari hutan, dengan potensi nilai ekonomi dari karbon.
Baca Juga: Peking Duck , kuliner bebek panggang dari China dengan kulit renyah dan daging lembut yang lezat
Dodit mengatakan pula, bahwa saat ini para rimbawan atau penjaga hutan tidak bisa lagi hidup dari hasil penebangan pohon yang justru seharusnya dilestarikan.
“Namun, bisa dari potensi lain yang belum tergali dari hutan yang terlihat lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu dikutip dari laman itreetools.org, i-Tree adalah rangkaian perangkat lunak tercanggih yang menyediakan analisis kehutanan perkotaan dan pedesaan, serta alat penilaian manfaat.
Alat i-Tree dapat membantu memperkuat pengelolaan hutan dan upaya advokasi, dengan mengukur struktur hutan dan manfaat lingkungan yang diberikan oleh pohon. ***(KKT)
Artikel Terkait
Kemajuan teknologi dan inovasi butuh dukungan kebijakan
Tantangan bisnis pendidikan di era digital, dari penerapan teknologi hingga kurikulum yang solutif
Augmented Reality, teknologi digital baru di sektor industri otomotif yang mengagumkan
Mengenal teknologi Turbocharger dan Supercharger pada mobil, keuntungan dan dampaknya pada mesin
Mengenal teknologi Water Resistant pada handphone, seberapa mampu melindungi?
Jangan ketinggalan info, simak teknologi sensor terbaru pada handphone saat ini
Mengenal teknologi Penyimpanan Awan, Cloud Storage pada Handphone, seberapa efektif?
Teknologi Edge-to-Edge pada layar handphone, kelebihan dan kekurangan