Sistem Incinerator Jozef memiliki ruang pembakar sampah padat, dan ruang pembakar asap. Kedua ruangan ini akan bereaksi aktif ketika temperatur mencapai titik ideal.
Pembakaran sampah yang di bawah cukup dengan temperatur 500-800 derajat celcius, sedangkan ruang pembakar asap harus di atas 800-1.300 derajat celcius.
Yosef menjelaskan, bahwa proses pembakaran di ruang bawah untuk sampah padat akan mengeluarkan asap.
Baca Juga: Pasar Baru Jakarta, pasar tua paling bergengsi di zaman VOC Belanda, sejarahnya begini
Asap itu kemudian akan diolah di ruang kedua, sehingga terjadi pembakaran lagi. Dan, karena itu dibutuhkan material khusus untuk membuat incinerator tersebut.
Sebelum digunakan, mesin tersebut harus dipanaskan terlebih dahulu menggunakan bahan bakar batok kelapa kering.
Incinerator atau mesin pembakaran sampah buatan Yosef ini diklaim mampu mengolah 3 ton sampah per harinya. ***
Artikel Terkait
Angela Tanoesoedibjo: Catalyst Changemakers Ecosystem Solusi Masalah Sampah di Destinasi Wisata
UMKM bisa ikut andil melestarikan alam dan lingkungan, caranya begini
Ketahui kelebihan mobil hybrid yang lagi tren, tidak hanya ramah lingkungan dan hemat bahan bakar
Sandiaga Uno: Eksplore Wisata Ramah Lingkungan bersama Kemenparekraf dan Agoda Melalui Program Eco Deals
Meningkatkan Performa Kerja yang Efektif di Lingkungan Kerja
Pertamina Mengusulkan Penghapusan Pertalite demi Beralih ke Biofuel Ramah Lingkungan, Simak Informasinya
Sandiaga Uno Mengapresiasi GoTo Impact Foundation dalam Membangun Ekosistem Inovasi Pengelolaan Sampah
Pariwisata ramah lingkungan beri peluang investasi baru ekonomi hijau