Sandiaga Uno Mengapresiasi GoTo Impact Foundation dalam Membangun Ekosistem Inovasi Pengelolaan Sampah

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 13 September 2023 | 12:24 WIB
Sandiaga Uno saat di  acara "The Weekly Brief " GoTo Impact Foundation (kemenparekraf.go.id)
Sandiaga Uno saat di acara "The Weekly Brief " GoTo Impact Foundation (kemenparekraf.go.id)

WartaPesona.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasi kepada GoTo Impact Foundation yang telah aktif dalam upaya membangun ekosistem inovasi melalui inisiatif Catalyst Changemakers Ecosystem untuk mengatasi permasalahan sampah di Indonesia.

Dalam acara "The Weekly Brief with Sandi Uno," yang digelar secara hybrid di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Senin (11/9/2023), Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan pentingnya peran GoTo Impact Foundation dalam mendukung program Kemenparekraf dalam mempercepat perubahan positif dan berkelanjutan terkait persoalan sampah di destinasi pariwisata Indonesia.

Kawasan strategis pariwisata nasional, seperti Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba, telah menjadi proyek percontohan atas inisiatif Catalyst Changemakers Ecosystem ini.

Baca Juga: Fakta Menarik Tentang Masjid Katedral: Memahami Keunikan Arsitektur dan Sejarahnya

Permasalahan sampah adalah isu yang belum sepenuhnya terselesaikan di Indonesia.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2021, Indonesia menghasilkan sekitar 68,5 juta ton sampah, dengan 17 persennya (sekitar 11,6 juta ton) berupa sampah plastik.

Jika tidak dikelola dengan baik, masalah ini dapat berdampak serius pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Melangkah ke Masa Depan Pariwisata, Kemenparekraf Rilis Outlook Parekraf 2023/2024

Sandiaga Uno menggarisbawahi pentingnya kerja sama dalam mencapai target nasional untuk mengurangi timbulan sampah sebesar 30 persen dan meningkatkan pengelolaan serta penanganan sampah hingga mencapai 70 persen pada tahun 2025.

Ketua Yayasan GoTo Impact Foundation, Monica Oudang, mengungkapkan bahwa masalah sampah adalah tantangan kompleks, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Oleh karena itu, konsep "innovation ecosystem" menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini.

Seorang pendiri dan direktur Bali Waste Cycle, Olivia Anastasia Padang, berbagi pengalaman saat bergabung dalam Catalyst Changemakers Ecosystem. Dalam inisiatif ini, dia mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang mendorongnya untuk menciptakan proyek bernama "Sukla Project."

Baca Juga: Sandiaga Uno Meriahkan Wonderful Indonesia dengan Jingle Baru yang Memukau

Proyek Sukla memiliki tujuan memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah kepada 2.000 warga di Besakih, salah satu destinasi wisata di Bali.

Mereka diajarkan cara memilah sampah berdasarkan nilai ekonomisnya, dengan mengolah sampah plastik menjadi produk berkelanjutan.

Proyek ini tidak hanya menyasar warga setempat, tetapi juga wisatawan dan pengunjung, menciptakan kesadaran bersama tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X