WartaPesona.com- Kuliner Indonesia memang tak pernah kehabisan pesonanya. Setiap daerah memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing dalam menyajikan hidangan lezat.
Salah satu kuliner yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Pulau Dewata, Bali, adalah Sate Lilit.
Hidangan ini telah menjadi favorit bagi para wisatawan dan lokal, terutama bagi mereka yang ingin merasakan cita rasa autentik Bali.
Baca Juga: 4 resep jamu herbal untuk menjaga imunitas, bisa dibuat sendiri di rumah, caranya gampang banget!
Sate Lilit terbuat dari daging yang dicincang halus, meskipun ada juga versi menggunakan ikan sebagai bahan utama.
Untuk menciptakan rasa yang nikmat, daging atau ikan tersebut dicampur dengan berbagai bumbu pilihan, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, gula, dan garam. Proses pembentukan sate dimulai setelah bumbu meresap dengan sempurna.
Proses pembentukan sate ini menjadi ciri khas utama dari hidangan Sate Lilit. Sebatang serai atau bambu diambil untuk membentuk sate ini.
Baca Juga: Desa Wisata Nglanggeran Pathuk Gunung Kidul, bisa belajar mengolah kakao jadi aneka produk cokelat
Daging atau ikan yang telah dibumbui akan dililitkan pada batang serai atau bambu tersebut. Inilah asal usul nama "lilit" untuk hidangan ini.
Proses lilit ini tidak hanya menciptakan bentuk yang unik, tetapi juga memberikan sentuhan aroma serai yang harum, yang berpadu dengan daging atau ikan, meningkatkan kenikmatan rasa dari hidangan ini.
Setelah terbentuk, sate lilit biasanya dipanggang di atas bara api atau arang batok kelapa. Penggunaan arang batok kelapa memberikan aroma khas yang menambah kelezatan hidangan ini.
Proses pemanggangan yang baik akan menghasilkan sate lilit dengan warna kecokelatan yang menggugah selera, serta rasa gurih yang mengundang siapa saja untuk mencicipinya.
Sate lilit biasanya disajikan dengan nasi putih yang hangat, menciptakan kombinasi sempurna dari daging atau ikan dan nasi yang lembut. Namun, bagi yang doyan pedas, jangan lewatkan untuk mencicipi hidangan ini dengan sajian sambal matah.
Artikel Terkait
Menyantap Kelezatan Moussaka (Yunani): Hidangan Panggang dengan Lapisan Sayuran dan Daging Cincang
Cara memilih kepiting segar, dari jenis, ciri daging, dan kandungan gizi
Nasi Campur Bali: Wisata Rasa Menuju Surga Kuliner Pulau Dewata!
Upacara Adat Nguras Enceh Makam Raja-raja Mataram Imogiri di Yogyakarta
Ayam Betutu: Sensasi Gurih Rempah Bali yang Menggoyang Lidah!
Dibuka Maret 2023, Kawasan Tua Addoho di Riyadh Arab Saudi menawarkan wisata sejarah peradaban gurun abad 18
The New Mukaaba di Riyadh Arab Saudi, landmark baru super canggih yang ditarget selesai dibangun tahun 2030
Wisata Gunung Api Purba Gunung Kidul Yogyakarta, salah satu dari Global Geoparks Network UNESCO di Indonesia
Panorama alam dari ketinggian Embung Nglanggeran Gunung Kidul, memikat pada siang dan senja hari, syahdu
Desa Wisata Nglanggeran Pathuk Gunung Kidul, bisa belajar mengolah kakao jadi aneka produk cokelat