Sedangkan bentuk seluruh garis-garis arsitektur tugu mewujudkan garis-garis yang bergerak tidak monoton merata.
Naik melengkung, melompat, merata lagi, dan naik menjulang tinggi, hingga menggelombang ke puncak membentuk lidah api yang menyala.
Badan tugu menjulang tinggi dengan lidah api di puncaknya melambangkan semangat berkobar yang tak pernah padam di dada bangsa Indonesia.
Setelah desain disetujui, pembangunan Tugu Monas Jakarta pun dimulai dalam tiga tahap.
Tahap pertama dilakukan pada tahun 1961-1965, kedua 1966-1968, dan tahap ketiga 1969-1976.
Pelaksanaan pekerjaan pada tahap pertama di bawah pengawasan Panitia Monumen Nasional, dengan sumber dana sumbangan masyarakat.
Tahap kedua masih di bawah pengawasan Panitia Monas, namun biaya pembangunannya bersumber dari Anggaran Pemerintah RI melalui Sekretariat Negara.
Pada tahap kedua ini, pembangunan mengalami kelesuan karena keterbatasan anggaran.
Kemudian pada tahap ketiga, pelaksanaan di bawah pengawasan Panitia Pembina Tugu Nasional dengan sumber dana dari Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Anggaran Repelita, Daftar Isian Proyek (DIP).
Pada tanggal 17 Agustus 1961, Tugu Monas Jakarta diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan, mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975. ***(KKT)
Artikel Terkait
Monas, tugu ikonik sarat sejarah perjuangan RI, lambang semangat nasionalisme meraih kemerdekaan
Sejarah lengkap Museum Bahari Jakarta yang kini berusia 46 tahun
Perahu Cadik Papua, koleksi masterpiece Museum Bahari Jakarta, didatangkan langsung dari Jayapura
10 gedung pencakar langit di kota Jakarta, mana yang menurutmu mengesankan?
Kekayaan kuliner dari Pulau Jawa yang melegenda, dari Jawa Timur hingga Betawi di Jakarta
Kampung Ancol di Jakarta Utara punya Taman Kebugaran baru, dilengkapi fasilitas fitness outdoor
Berwisata ke Tugu Monas Jakarta, liburan sambil mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan RI
Keistimewaan Tugu Monas yang belum banyak diketahui, arsitektur antigempa, hingga tahan 1000 tahun lamanya