Destinasi Wisata Religi di Jakarta Utara, dari Makam Keramat Mbah Priuk hingga Makam Tua dari zaman Portugis

photo author
Tim WartaPesona 4, Warta Pesona
- Sabtu, 8 Juli 2023 | 14:26 WIB
Gereja Tugu dari zaman Portugis, salah satu wisata religi di Jakarta Utara.  (Instagram @united.toni)
Gereja Tugu dari zaman Portugis, salah satu wisata religi di Jakarta Utara. (Instagram @united.toni)

Gereja Tugu di kampung Cilincing, Jakarta Utara ini dibangun pada tahun 1678 oleh Melchior Leydecker, dan menjadi salah satu gereja tertua di Jakarta.

Pada awalnya, gereja ini terbuat dari kayu dan diperbaiki karena lapuk pada tahun 1738.

Pada tahun 1740, bangunan gereja tersebut habis terbakar ketika terjadi pemberontakan Cina di Batavia.

Baca Juga: Papua Street Carnival 2023, Presiden Jokowi yakin anak muda Papua akan buat lompatan besar

Namun, pada tahun 1747 Gereja Tugu dibangun kembali oleh Pendeta Mohr dan diresmikan pada tanggal 29 Juli 1774 oleh Gubernur General van lm Hoft.

Gereja Tugu hingga sekarang masih berdiri kokoh dengan bangunan yang masih asli, meski beberapa kali direnovasi.

Hal menarik dari Gereja Tugu ini adalah adanya makam tua dari orang-orang Portugis.

Makam Portugis yang berada di bagian dalam Gereja Tugu pun menjadi destinasi wisata ziarah tersendiri.

Pada setiap menjelang Hari Natal, banyak orang datang berziarah ke Makam Portugis di Gereja Tugu tersebut.

Dalam sejarahnya, orang yang boleh dimakamkan di Gereja Tugu adalah mereka punya garis keturunan bangsa Portugis.

Pada perkembangannya, Gereja Tugu dijaga kelestariannya sebagai warisan sejarah bangsa, dan ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sejak tahun 1970.

Keberadaan Gereja Tugu merupakan situs sejarah yang menandai
kedatangan orang-orang Portugis ke Kampung Tugu pada tahun 1641.

Saat itu, Malaka sebagai pusat dagang bangsa Portugis mulai dikuasai pasukan Belanda.

Orang-orang Portugis kemudian ditawan, lalu dibebaskan lagi dan disebut kaum Mardijkers.

Pada tahun 1661, orang-orang Portugis ini kemudian dipindahkan ke daerah yang saat ini bernama Kampung Tugu. ***(KKT)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X