Masjid Kampung Bandan, salah satu destinasi wisata religi di Jakarta Utara yang bersejarah

photo author
Tim WartaPesona 4, Warta Pesona
- Sabtu, 8 Juli 2023 | 12:46 WIB
Masjid Kampung Bandan di Jalan Lodan Raya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. (Facebook.com @Firman Haris)
Masjid Kampung Bandan di Jalan Lodan Raya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. (Facebook.com @Firman Haris)

WartaPesona.com - Kota Jakarta Utara punya sejumlah destinasi wisata religi bersejarah, salah satunya Masjid Kampung Bandan di Jalan Lodan Raya Ancol, Pademangan.

Dalam sejarahnya, Masjid Kampung Bandan di Jakarta Utara ini dibangun oleh ulama besar Habib Abdurrahman bin Alwi Asy-Syathri pada tahun 1879.

Masjid Kampung Bandan ini dikeramatkan, karena di dalamnya terdapat makam tiga ulama besar penyebar Islam di Batavia Jakarta Utara.

Mengutip laman dinaskebudayaanjakarta, ketiga makam tersebut adalah Habib Mohammad bin Umar Al-Qudsi, dan Habib Ali bin Abdurrahman Ba'alawi.

Baca Juga: Inilah Abang None Jakarta Utara 2023, Wali Kota harap Abang Bariq dan None Neysa mampu promosikan pariwisata

Sedangkan, makam ketiga adalah sang pendiri masjid, Habib Abdurrahman bin Alwi Asy-Syathri.

Masjid Kampung Bandan ini menjadi saksi sejarah syiar Islam di wilayah pesisir Jakarta Utara.

Nun di kala itu, Habib Mohammad bin Umar Al-Qudsi, dan Habib Ali bin Abdurrahman Ba'alawi dari Hadramaut Yaman melakukan syiar Islam di kawasan Ancol Jakarta Utara.

Keduanya berdakwah menyusuri sejumlah daerah di Nusantara dari Aceh hingga Batavia Jakarta Utara

Keduanya kemudian wafat pada tahun 1697 dan 1701 Masehi. Kedua pusaranya ditemukan oleh Habib Abdurrahman bin Alwi Asy-Syathri, yang sengaja datang untuk mencarinya.

Baca Juga: Buah apkir jangan dibuang, bisa diolah jadi produk bernilai ekonomi tinggi, caranya begini

Saat itu, di kawasan pesisir Jakarta Utara banyak tawanan Belanda yang dibawa dari Banda Aceh.

Banyaknya tawanan Belanda dari Banda itulah yang kemudian menjadi dasar penamaan Kampung Bandan.

Tak ingin banyaknya tawanan Belanda yang bisa saja mengganggu pusara kedua ulama dari Yaman, Habib Abdurrahman bin Alwi Asy-Syathri kemudian membangun masjid.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X