Pemulihan Perhotelan dan Respons Kemenpar
Kemenpar juga menyoroti isu penting dalam industri perhotelan, yang mengalami penurunan tingkat okupansi sebesar 3,55% pada kuartal I 2025.
Menyikapi hal ini, Kemenpar menggelar audiensi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menyusun langkah konkret.
Langkah tersebut mencakup peluncuran inovasi produk wisata, kampanye promosi baru, dan percepatan belanja pemerintah untuk sektor akomodasi sebagai respons terhadap perubahan pola anggaran pemerintah.
Gerakan Wisata Bersih: Menuju Destinasi Ramah Lingkungan
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan destinasi berkelanjutan, Kemenpar terus melanjutkan Gerakan Wisata Bersih, sebuah program unggulan yang menyasar kebersihan di lokasi wisata.
Hingga 7 Mei 2025, program ini telah menjangkau 8 destinasi di 5 provinsi, mengumpulkan lebih dari 18,1 ton sampah dan melibatkan 5.600 peserta.
Upaya ini tidak hanya berdampak pada kebersihan destinasi, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif masyarakat dan pelaku industri akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Karisma Event Nusantara: IP Lokal untuk Dampak Ekonomi Nyata
Kemenpar juga mengedepankan strategi promosi berbasis Intellectual Property (IP) melalui Karisma Event Nusantara (KEN).
Tahun ini, lebih dari 110 event direncanakan digelar di 37 provinsi. Berdasarkan hasil kajian dari 8 event awal, tercatat 1,44 juta pengunjung hadir, menghasilkan transaksi ekonomi sebesar Rp101,79 miliar. Strategi ini tidak hanya memperkenalkan budaya lokal, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi pelaku UMKM, seniman, dan sektor pendukung lainnya.
Promosi Global: Indonesia di Panggung Internasional
Partisipasi Indonesia dalam Arabian Travel Market (ATM) Dubai dari 28 April hingga 1 Mei 2025 juga menjadi sorotan.
Dalam ajang ini, Indonesia berhasil membukukan potensi devisa sebesar Rp1,42 triliun, meningkat 6,77% dari tahun sebelumnya.
Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di pasar Timur Tengah, khususnya dalam kategori wisata keluarga, halal tourism, dan petualangan.
Penguatan Ekonomi Komunitas Lewat Koperasi Merah Putih
Kemenpar bersama Kementerian Koperasi dan UKM juga meluncurkan inisiatif pengembangan Koperasi Merah Putih di desa wisata.
Pilot project ini dilakukan di 17 desa wisata, dengan potensi perluasan ke 291 desa wisata penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan lokasi program Kampanye Sadar Wisata.
Target jangka panjangnya mencakup lebih dari 6.100 desa wisata, sejalan dengan upaya membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Komitmen Berkelanjutan Menuju Pariwisata Inklusif dan Tangguh
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam pernyataan penutupnya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan semangat berkelanjutan dalam pembangunan pariwisata nasional.
Artikel Terkait
Kemenpar dan Asosiasi Pariwisata Bersatu, Bali Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Libur Natal & Tahun Baru 2025: Strategi Kemenpar Tingkatkan Wisata dan Ekonomi Nasional
Pra-Rakornas Kemenpar: Membangun Pariwisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Pentahelix
Kemenpar Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Lewat Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan Inovasi Digital
Penurunan Mobilitas di Pulau Bali Selama Libur Nataru 2024: Kemenpar Nyatakan Wisata Tetap Aman dan Nyaman
Gerakan Wisata Bersih: Kemenpar Gelar Program Unggulan untuk Kebersihan Destinasi dan Keselamatan Wisatawan
Menpar Widiyanti Putri Wardhana Lantik Pejabat Baru di Kemenpar, Tegaskan 7 Prinsip untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan