Gunung Penanggungan: Misteri dan Keindahan Puncak Para Dewa serta Legenda Puncak Semeru Terbelah

photo author
Fathan Riyandi, Warta Pesona
- Rabu, 8 Januari 2025 | 17:32 WIB
Potret puncak gunung penanggungan (Foto : Fadhil Muhammad Fathan)
Potret puncak gunung penanggungan (Foto : Fadhil Muhammad Fathan)

 

WartaPesona.com - Gunung Penanggungan, sebuah gunung kecil yang menjulang setinggi 1.653 meter di atas permukaan laut di Jawa Timur, tidak hanya memukau dengan keindahan alamnya tetapi juga menawarkan narasi sejarah dan spiritualitas yang mendalam.

Berlokasi di perbatasan Mojokerto dan Pasuruan, gunung ini sering disebut sebagai miniatur Gunung Semeru karena bentuknya yang menyerupai piramida sempurna.

Namun, di balik pesonanya, tersimpan kisah-kisah yang mewarnai budaya dan tradisi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Tips Mendaki Gunung untuk Pemula: Nikmati Perjalanan dengan Persiapan Matang

Jejak Peradaban di Kaki Gunung

Gunung Penanggungan dikenal sebagai salah satu tempat suci dalam tradisi Hindu-Buddha.

Di lerengnya, terdapat lebih dari 80 situs purbakala, termasuk candi, petirtaan, dan prasasti yang berasal dari zaman Kerajaan Majapahit.

Candi Jolotundo, salah satu situs paling terkenal, adalah petirtaan kuno yang dipercaya dibangun pada abad ke-10 untuk raja-raja Majapahit.

Airnya dianggap suci dan dipercaya membawa keberkahan.

Para arkeolog dan sejarawan menemukan bahwa Gunung Penanggungan dahulu menjadi pusat spiritualitas, tempat orang-orang datang untuk bertapa dan mencari pencerahan.

Tak heran, gunung ini disebut sebagai "Gunung Pawitra," yang berarti "tempat suci."

Baca Juga: IMMS 2024: Langkah Baru untuk Keselamatan Wisata Pendakian Gunung di Indonesia

Legenda dan Mitos Gunung Penanggungan

Bagi masyarakat setempat, Gunung Penanggungan bukan sekadar tempat pendakian. Banyak mitos dan legenda yang melingkupinya.

Salah satunya adalah kisah Dewi Sri, dewi kesuburan, yang konon pernah turun ke gunung ini untuk memberikan berkah kepada para petani.

Ada pula cerita tentang puncak gunung yang dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fathan Riyandi

Sumber: Buku

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X