WartaPesona.com - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan peran vital perempuan dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia.
Baca Juga: Menpora Dito Hadiri Penyerahan DIPA 2025: Langkah Strategis untuk Pembangunan Nasional
Dalam talkshow bertema “Perempuan dalam Konteks Budaya Global” di Hotel Lovina Haven Boutique Resort, Bali, ia menyampaikan bahwa perempuan adalah pilar ekonomi, sosial, dan budaya yang menopang destinasi wisata nasional.
“Kesetaraan gender merupakan poin penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender. Perempuan harus menjadi mitra strategis dalam memajukan pariwisata Indonesia,” ujar Ni Luh Puspa.
Berdasarkan data, 54,22% tenaga kerja di sektor pariwisata Indonesia tahun 2023 adalah perempuan.
Namun, perempuan kerap menghadapi tantangan, seperti pendapatan 14,7% lebih rendah dibanding laki-laki, stereotip gender, hingga akses pendidikan dan peluang yang terbatas.
"Perempuan adalah pelopor inovasi dan inspirasi generasi mendatang. Kita harus memastikan mereka memiliki ruang, peluang, dan pengakuan," tegasnya.
Kemenparekraf mendukung penguatan peran perempuan melalui berbagai inisiatif, termasuk buku “Inspirasi dari Perempuan di Destinasi Pariwisata Indonesia” serta konferensi internasional 2nd UN Tourism Women Conference on Women Empowerment di Bali, Mei 2024.
Baca Juga: IMI Award 2023/2024: Penghargaan untuk Juara Otomotif Dunia, Menpora Dito Serahkan Piala Prestisius
Ni Luh Puspa juga menyebut tiga langkah strategis untuk membangun pariwisata inklusif:
- Mendorong partisipasi perempuan di industri pariwisata.
- Memastikan kesetaraan dalam pengambilan keputusan.
- Memanfaatkan teknologi untuk pemberdayaan perempuan.
Baca Juga: Dukung Timnas di AFF 2024, Menpora Dito Optimis Indonesia Juara
“Perempuan berperan sebagai pengambil kebijakan, pekerja di destinasi, influencer promosi, hingga pelaku ekonomi kreatif seperti pengembangan suvenir,” ujarnya.
Selain itu, perempuan dianggap sebagai penjaga budaya yang menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan adaptasi dengan perkembangan zaman.
Baca Juga: Gerakan Indonesia Bugar: Strategi Menpora Dito untuk Ciptakan Generasi Aktif Sejak Usia Dini
Artikel Terkait
Transformasi Pariwisata Berkelanjutan: Kemenparekraf Pecah Menjadi Dua Entitas Demi Program Inovatif 2024
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Kemenparekraf Gaet Wisatawan Asia Selatan Lewat Famtrip Eksklusif ke 5 Destinasi Indonesia
Dorong Investasi Besar, Kemenparekraf Siapkan Sinergi Pusat dan Daerah
Kemenparekraf Raih Penghargaan Tertinggi Anugerah Reksa Bandha 2024, Bukti Tata Kelola BMN yang Unggul