Perempuan sebagai Pilar Pariwisata: Strategi Wamenpar Ni Luh Puspa untuk Masa Depan Inklusif dan Berkelanjutan

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Selasa, 10 Desember 2024 | 22:27 WIB
Wamenpar Ni Luh Puspa berbicara di hadapan audiens dalam Talkshow Hari Ibu, menekankan pentingnya perempuan sebagai penggerak sektor pariwisata berkelanjutan. (Kemenparekraf)
Wamenpar Ni Luh Puspa berbicara di hadapan audiens dalam Talkshow Hari Ibu, menekankan pentingnya perempuan sebagai penggerak sektor pariwisata berkelanjutan. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan peran vital perempuan dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia.

Baca Juga: Menpora Dito Hadiri Penyerahan DIPA 2025: Langkah Strategis untuk Pembangunan Nasional

Dalam talkshow bertema “Perempuan dalam Konteks Budaya Global” di Hotel Lovina Haven Boutique Resort, Bali, ia menyampaikan bahwa perempuan adalah pilar ekonomi, sosial, dan budaya yang menopang destinasi wisata nasional.

“Kesetaraan gender merupakan poin penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender. Perempuan harus menjadi mitra strategis dalam memajukan pariwisata Indonesia,” ujar Ni Luh Puspa.

Berdasarkan data, 54,22% tenaga kerja di sektor pariwisata Indonesia tahun 2023 adalah perempuan.

Baca Juga: Cipayung Plus Bersinergi dengan Kemenpora: Menpora Dito Bahas Kolaborasi Strategis untuk Pemuda Indonesia

Namun, perempuan kerap menghadapi tantangan, seperti pendapatan 14,7% lebih rendah dibanding laki-laki, stereotip gender, hingga akses pendidikan dan peluang yang terbatas.

"Perempuan adalah pelopor inovasi dan inspirasi generasi mendatang. Kita harus memastikan mereka memiliki ruang, peluang, dan pengakuan," tegasnya.

Kemenparekraf mendukung penguatan peran perempuan melalui berbagai inisiatif, termasuk buku “Inspirasi dari Perempuan di Destinasi Pariwisata Indonesia” serta konferensi internasional 2nd UN Tourism Women Conference on Women Empowerment di Bali, Mei 2024.

Baca Juga: IMI Award 2023/2024: Penghargaan untuk Juara Otomotif Dunia, Menpora Dito Serahkan Piala Prestisius

Ni Luh Puspa juga menyebut tiga langkah strategis untuk membangun pariwisata inklusif:

  1. Mendorong partisipasi perempuan di industri pariwisata.
  2. Memastikan kesetaraan dalam pengambilan keputusan.
  3. Memanfaatkan teknologi untuk pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Dukung Timnas di AFF 2024, Menpora Dito Optimis Indonesia Juara
“Perempuan berperan sebagai pengambil kebijakan, pekerja di destinasi, influencer promosi, hingga pelaku ekonomi kreatif seperti pengembangan suvenir,” ujarnya.

Selain itu, perempuan dianggap sebagai penjaga budaya yang menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan adaptasi dengan perkembangan zaman.

Baca Juga: Gerakan Indonesia Bugar: Strategi Menpora Dito untuk Ciptakan Generasi Aktif Sejak Usia Dini

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X