Event ini mengedepankan keunikan lokal dan kolaborasi lintas sektor, termasuk bidding untuk event MICE kelas dunia.
“Kami juga mendorong digitalisasi perizinan untuk event internasional, agar Indonesia semakin menarik sebagai tuan rumah,” ungkap Vinsensius.
Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Martini Mohamad Paham, memaparkan program pengembangan SDM di 10 DPP ditambah tiga kawasan besar (Jakarta, Bali, Kepulauan Riau). Targetnya, tenaga kerja pariwisata meningkat dari 25,75 juta (2025) menjadi 29 juta (2029).
Baca Juga: Menpora Dito mendukung pengembangan pickleball di Indonesia, Olahraga Seru untuk Semua Usia.
Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi, Rizki Handayani Mustafa, juga menyoroti lima strategi besar, seperti tata kelola industri, pengembangan akses permodalan, dan transformasi menuju pariwisata berkelanjutan. ***(HA)
Artikel Terkait
Wonderful Indonesia Co-Branding Award 2024: Kolaborasi untuk Pariwisata Berkelanjutan
Indonesia-United States-ASEAN Business Council (US-ABC) Bersinergi: Pariwisata Berkelanjutan Menuju Devisa $32 Miliar di 2029
Pra Rakornas Pariwisata 2024: Mewujudkan Pariwisata Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045
Sinergi Multisektor: Menyongsong Pariwisata Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045
Pra-Rakornas Kemenpar: Membangun Pariwisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Pentahelix