WamenEkraf Irene Umar juga menegaskan pentingnya melestarikan tradisi dengan mengenakan busana batik dan tenun dalam keseharian.
"Mari kita bersama-sama bangga mengenakan batik dan tenun, karena ini adalah bagian dari identitas budaya kita," ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, jurnalis senior Najwa Shihab, serta perancang busana Didiet Maulana dan Ivan Gunawan.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan fesyen tradisional Indonesia.
Baca Juga: Pahlawan Mental Juara: Kemenpora Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Mental
Turut mendampingi Irene Umar, Direktur Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf, Yuke Sri Rahayu, yang juga menyampaikan harapan agar fesyen Indonesia semakin diakui di tingkat global melalui inovasi dan kolaborasi.
Dengan tema Puspa Senandika, peragaan busana ini berhasil menghadirkan kekayaan kain tradisional yang diolah menjadi karya modern, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat fesyen tradisional yang berkelas dunia. ***(HA)
Artikel Terkait
Wisata ke Lombok, Ini Deretan Destinasi yang Wajib Dikunjungi dan Kuliner Serta Tenun yang Harus Dibeli
Kain Tenun Ikat Ganda: Karya Seni Tekstil Bali yang Mengagumkan
Berlaga di Spanyol, mobil Bimasakti UGM Racing Team berhiaskan livery motif tenun Sasambo
MenEkraf Apresiasi Cita Tenun Indonesia: Kolaborasi Kreatif Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Upcycle Fashion Jadi Tren Baru, MenEkraf Teuku Riefky Dorong Ekonomi Kreatif Ramah Lingkungan di Aceh