Peragaan Busana Puspa Senandika: Mengangkat Wastra Indonesia ke Panggung Dunia, WamenEkraf Irene Umar Apresiasi Inovasi Fesyen

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Sabtu, 16 November 2024 | 21:13 WIB
WamenEkraf Irene Umar Bersama Didiet Maulana di peragaan busana Puspa Senandika, mengapresiasi kain batik dan tenun yang ditampilkan. (Kemenparekraf)
WamenEkraf Irene Umar Bersama Didiet Maulana di peragaan busana Puspa Senandika, mengapresiasi kain batik dan tenun yang ditampilkan. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (WamenEkraf/WakaBekraf), Irene Umar, memberikan apresiasi tinggi pada peragaan busana tahunan Puspa Senandika yang digelar oleh Svarna by IKAT Indonesia di Hotel Raffles Kuningan, Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Siap Mundur Jika Tak Ada Kepercayaan, Usai Timnas Kalah dari Jepang.

Acara ini dianggap mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) dan menjadikannya mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

"Acara ini menunjukkan bagaimana kekayaan kain tradisional seperti batik dan tenun dapat diolah menjadi karya fesyen yang inovatif dan berkelas dunia," ujar Irene Umar. Menurutnya, wastra asli Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa nama Indonesia ke panggung internasional.

Baca Juga: Indonesia Takluk 0-4 dari Jepang, Erick Thohir Minta Maaf dan Janji Akan Evaluasi

IKAT Indonesia: Mengangkat Warisan Budaya

Sejak didirikan pada 2011, IKAT Indonesia konsisten melestarikan kain tradisional Indonesia melalui jenama Svarna.

Perancang busana Didiet Maulana berhasil memadukan kain batik dan tenun dengan tren mode global, menciptakan busana yang mengakar pada budaya namun tetap modern.

"Apa yang dilakukan dengan kain tradisional kita luar biasa. Batik dan tenun tak hanya menjadi pakaian, tetapi juga karya seni yang bisa bersaing di kancah internasional," puji Irene Umar.

Baca Juga: Indonesia Siap Tuan Rumah Kejuaraan Panahan Dunia 2026, Menpora Dito Dukung Penuh Rencana PB Perpani

Irene menekankan bahwa subsektor fesyen Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar global melalui pakaian tradisional seperti batik, tenun, dan kain nontenun lainnya.

Ia mengajak masyarakat untuk terus mengenakan dan mempromosikan busana tradisional sebagai upaya melestarikan budaya.

Baca Juga: Diplomasi Olahraga Indonesia-Asia Tengah: Membangun Jembatan Melalui Pencak Silat dan Bulutangkis

Dukungan untuk Fesyen Tradisional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X