WartaPesona.com - Yogyakarta tak bisa dipisahkan dari kuliner khasnya, gudeg—makanan legendaris berbahan dasar nangka muda, atau yang oleh warga lokal disebut gori.
Baca Juga: Poltekpar Lombok Resmikan Dua Fasilitas Baru, Siapkan SDM Pariwisata Berkualitas
Potongan nangka direbus bersama gula merah dan santan, dimasak dengan api kecil hingga berjam-jam.
Menariknya, penggunaan periuk tanah liat dan tungku api tradisional diyakini membuat cita rasa gudeg semakin kaya dan autentik.
Rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, lengkuas, daun salam, dan daun jati turut memperkaya rasa.
Baca Juga: Kick Off Elite Pro Academy Liga 1 2024/2025: Kompetisi Usia Muda Semakin Kompetitif
Daun jati, khususnya, memberikan warna merah kecoklatan yang khas pada gudeg Yogyakarta, yang terkenal dengan rasanya yang manis.
Dibandingkan dengan hidangan cepat saji ala Barat, gudeg mencerminkan filosofi Jawa yang menekankan kesabaran, ketenangan, dan ketelitian dalam setiap prosesnya.
Biasanya, gudeg disajikan dengan nasi dan berbagai lauk pendamping seperti sambal goreng krecek, opor ayam, telur pindang, serta tempe tahu bacem.
Baca Juga: Garuda Muda Amankan Tiket Piala Asia U-20 2025 Usai Imbangi Yaman
Ada dua jenis gudeg yang populer di Yogyakarta: gudeg basah yang berkuah santan, dan gudeg kering yang tanpa kuah dan lebih manis, serta memiliki daya simpan lebih lama.
Selain itu, Yogyakarta juga punya varian unik bernama gudeg manggar, yang berbahan dasar bunga kelapa, bukan nangka muda.
Sementara di kota tetangga, Solo, gudeg memiliki tekstur yang lebih berkuah karena menggunakan lebih banyak santan dan tanpa daun jati, sehingga warnanya lebih pucat dibandingkan gudeg Yogyakarta.
Jika ingin menikmati gudeg otentik, dua pusat kuliner yang wajib dikunjungi adalah Wijilan dan Barek.
Artikel Terkait
Menikmati Kelezatan Kuliner Bandung: Rekomendasi Tempat Makan Terbaik
Menikmati Kelezatan Kuliner Solo: Rekomendasi Tempat Makan yang Wajib Dikunjungi
Menikmati Kelezatan Bali: Rekomendasi Kuliner yang Wajib Dicoba
Selebrasi Rasa Gorontalo: Merayakan Kekayaan Kuliner Nusantara Bersama Putri Habibie
Sumbang 41 persen PDB Ekraf, Bisnis Kuliner makin menjanjikan, begini 5 tips awal yang perlu diketahui