Kuliner Legendaris Yogyakarta: Menyelami Filosofi Gudeg, Kuliner Manis Yogyakarta yang Sarat Makna

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Senin, 30 September 2024 | 15:10 WIB
Sepiring gudeg khas Yogyakarta lengkap dengan opor ayam, sambal krecek, dan telur pindang, menggoda dengan warna merah kecoklatan yang khas. (Indonesia.Travel)
Sepiring gudeg khas Yogyakarta lengkap dengan opor ayam, sambal krecek, dan telur pindang, menggoda dengan warna merah kecoklatan yang khas. (Indonesia.Travel)

WartaPesona.com - Yogyakarta tak bisa dipisahkan dari kuliner khasnya, gudeg—makanan legendaris berbahan dasar nangka muda, atau yang oleh warga lokal disebut gori.

Baca Juga: Poltekpar Lombok Resmikan Dua Fasilitas Baru, Siapkan SDM Pariwisata Berkualitas

Potongan nangka direbus bersama gula merah dan santan, dimasak dengan api kecil hingga berjam-jam.

Menariknya, penggunaan periuk tanah liat dan tungku api tradisional diyakini membuat cita rasa gudeg semakin kaya dan autentik.

Rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, lengkuas, daun salam, dan daun jati turut memperkaya rasa.

Baca Juga: Kick Off Elite Pro Academy Liga 1 2024/2025: Kompetisi Usia Muda Semakin Kompetitif

Daun jati, khususnya, memberikan warna merah kecoklatan yang khas pada gudeg Yogyakarta, yang terkenal dengan rasanya yang manis.

Dibandingkan dengan hidangan cepat saji ala Barat, gudeg mencerminkan filosofi Jawa yang menekankan kesabaran, ketenangan, dan ketelitian dalam setiap prosesnya.

Biasanya, gudeg disajikan dengan nasi dan berbagai lauk pendamping seperti sambal goreng krecek, opor ayam, telur pindang, serta tempe tahu bacem.

Baca Juga: Garuda Muda Amankan Tiket Piala Asia U-20 2025 Usai Imbangi Yaman

Ada dua jenis gudeg yang populer di Yogyakarta: gudeg basah yang berkuah santan, dan gudeg kering yang tanpa kuah dan lebih manis, serta memiliki daya simpan lebih lama.

Selain itu, Yogyakarta juga punya varian unik bernama gudeg manggar, yang berbahan dasar bunga kelapa, bukan nangka muda.

Sementara di kota tetangga, Solo, gudeg memiliki tekstur yang lebih berkuah karena menggunakan lebih banyak santan dan tanpa daun jati, sehingga warnanya lebih pucat dibandingkan gudeg Yogyakarta.

Jika ingin menikmati gudeg otentik, dua pusat kuliner yang wajib dikunjungi adalah Wijilan dan Barek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: indonesia.travel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X