Benteng ini tidak pernah digunakan dalam pertempuran, meskipun menjadi penjara sipil sebelum tahun 1976.
Saat ini, dinding tebalnya menjadi latar belakang untuk museum sejarah kecil. Pameran mencakup banyak hal, mulai dari zaman Paleolitikum hingga perjuangan untuk kemerdekaan dari Prancis pada abad ke-20.
Pameran-pameran paling evokatif menyoroti peran pulau ini dalam perdagangan manusia. Di luar museum, tangga-tangga menuju ke tembok perimeter, yang membawa Anda kembali ke zaman sekarang dengan pandangan samar bangunan modern Dakar di cakrawala.
Menyusuri Île de Gorée
Selain monumen-monumen pulau ini, tidak ada banyak bukti di lorong-lorong fotogeniknya tentang masa lalunya yang kelam.
Baca Juga: Empat Hari Road Trip Jawa Tengah. Intip Rekomendasinya
Île de Gorée saat ini adalah rumah bagi komunitas seni yang bersemangat, dan Anda tidak perlu pergi jauh untuk menemukan lukisan, ukiran, dan patung unik dari banyak seniman penduduk setempat.
Pelukis dan pengrajin mendirikan lapak mereka di udara terbuka, dan Anda akan menemukan berbagai perhiasan, topeng, keranjang, tekstil, dan harta karun lainnya di sisi selatan pulau di marché artisanal.
Dari sana, lanjutkan naik bukit ke reruntuhan Fort Saint-Michel, di mana Anda akan menemukan lebih banyak seni dan kerajinan untuk dijual, serta pemandangan indah di atas pulau.
Setelah berjalan di bawah terik matahari Senegal, Anda dapat menyejukkan diri dengan berenang di laut.
Pantai kecil di dekat dermaga feri adalah tempat terbaik untuk bersantai, dan sebuah kios menyewakan kursi dan payung. Ketika lapar melanda, Anda dapat memesan hidangan laut, makanan panggang, atau hidangan khas Senegal dari salah satu rumah makan sederhana yang menghadap ke pantai.
Semua itu nikmat disertai dengan sebotol Gazelle dingin, bir Senegal yang menyegarkan.
Baca Juga: Wisata Vietnam : Halong Bay - Cat Ba Archipelago: Destinasi Terkini yang Menarik
Berkunjung ke Île de Gorée: Lakukanlah!
Pulau ini mudah dijangkau dengan feri dari terminal feri utama Dakar, yang dikenal sebagai Gare Maritime, yang terletak di utara distrik Plateau.
Kapal-kapal berangkat setiap 90 menit sekali sekitar 7.30 pagi hingga 10.30 malam, dengan keberangkatan lebih sering pada hari Minggu.
Meskipun kebanyakan orang mengunjungi pulau ini dalam perjalanan sehari dari Dakar, ada beberapa tempat menarik untuk menginap di pulau ini.
Artikel Terkait
8 Ide Wisata untuk Memulai 'Sustainable Journey' Anda di Indonesia
Serengeti National Park, Tanzania: Surga Wisata Alam dan Kegiatan Menarik di Tengah Savana Tak Terbatas
Menjelajahi Keindahan Pegunungan Pamir di Tajikistan