Lodeh, sayur tradisional Jawa yang kaya manfaat kesehatan dan makna filosofi

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Minggu, 24 September 2023 | 17:34 WIB
Sayur Lodeh khas Jawa yang kaya manfaat kesehatan dan makna filosofi. ( Instagram @crita.nusa)
Sayur Lodeh khas Jawa yang kaya manfaat kesehatan dan makna filosofi. ( Instagram @crita.nusa)

WartaPesona.com - Sayur lodeh, kuliner tradisional Jawa Yogyakarta ini tidak hanya kaya manfaat kesehatan, namun juga punya nilai filosofi yang mendalam.

Sayur Lodeh khas Jawa Yogyakarta yang kaya manfaat kesehatan dan nilai filosofi ini juga makin populer sebagai kuliner tradisional di kota budaya tersebut.

Banyak resto dan warung kuliner menyajikan Sayur Lodeh khas Jawa Yogyakarta ini sebagai salah satu menu unggulannya.

Baca Juga: Ini lho pentingnya uji emisi kendaraan bermotor, tekan polusi udara hingga cegah pemborosan bahan bakar

Bagi masyarakat pedesaan di Jawa, Sayur Lodeh sebenarnya juga menjadi lauk berkuah yang biasa dibuat untuk makan sehari-hari.

Keberadaannya menjadi populer seiring dengan tren masa kini, yang menempatkan kuliner tradisional sebagai menu unik yang menarik.

Sayur Lodeh dibuat dengan santan kental yang gurih, dengan irisan cabai yang membuatnya pedas dan segar.

Baca Juga: Upacara Adat Merti Dusun Merti Umbul Saren di Sleman Yogyakarta, cara warga mensyukuri nikmat alam

Komposisi sayurannya cukup lengkap, yang membuatnya kaya manfaat kesehatan.

Beberapa komposisi utama pada sayur lodeh ini adalah kluwih, cang gleyor atau kacang panjang, terung, waluh atau labu, kulit melinjo, godhong so atau daun so, dan tempe.

Kluwih mengandung banyak mineral dan vitamin. Selain menyehatkan, kluwih ini punya makna luwih yang berarti lebih.

Masyarakat Jawa mengartikan luwih atau lebih itu sebagai manusia yang harus punya kelebihan.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia FIFA U-17 Indonesia, digelar di 4 kota mulai 10 November 2023

Sementara itu kandungan cang gleyor atau kacang panjang mengandung vitamin B1 dan serat, yang bisa membantu mengendalikan kadar glukosa darah tinggi pada penderita diabetes mellitus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X