opini

The Paradox of Choice: Kenapa Terlalu Banyak Pilihan Bisa Menyulitkan Decision Making?

Senin, 15 Mei 2023 | 10:28 WIB
Bingung membuat keputusan ketika dihadapkan oleh banyak pilihan. ( freepik.com)

WartaPesona.com- Dalam era digital yang semakin maju seperti sekarang ini, kehidupan kita terasa semakin mudah dengan hadirnya berbagai macam pilihan dalam berbagai aspek kehidupan.

Mulai dari pilihan gadget, baju, makanan, hingga kegiatan liburan yang bisa kita pilih sesuai dengan preferensi masing-masing.

Namun, ternyata terlalu banyak pilihan juga bisa membuat kita merasa kebingungan dan sulit untuk membuat keputusan. Fenomena ini dikenal sebagai "The Paradox of Choice".

Baca Juga: Ini teknologi terbaru Meta, aplikasi AI pembuat iklan yang efektif


The Paradox of Choice pertama kali diperkenalkan oleh seorang psikolog bernama Barry Schwartz dalam bukunya yang berjudul "The Paradox of Choice: Why More Is Less".

Dia mengungkapkan bahwa meskipun banyak orang beranggapan bahwa memiliki banyak pilihan akan membuat kita lebih bebas dan lebih bahagia, tetapi kenyataannya terlalu banyak pilihan justru bisa menyulitkan decision making.


Salah satu alasan mengapa terlalu banyak pilihan bisa menyulitkan decision making adalah karena kita memiliki keterbatasan dalam pengambilan keputusan. Dalam keadaan normal, manusia hanya mampu memproses sekitar 7 +/- 2 pilihan dalam satu waktu. Jika jumlah pilihan yang tersedia melebihi batas ini, maka otak kita akan kebingungan dan sulit untuk mengambil keputusan yang tepat.

Baca Juga: Kisah asli Ratu Charlotte, Istri dari Raja George III Yang Tragis dan Mengharukan!


Selain itu, terlalu banyak pilihan juga bisa membuat kita merasa takut untuk membuat keputusan yang salah.

Kita merasa khawatir bahwa mungkin ada pilihan yang lebih baik yang belum kita temukan, dan ini membuat kita menjadi kurang puas dengan keputusan yang sudah kita buat. Hal ini bisa membuat kita menjadi overthink dan memperpanjang waktu pengambilan keputusan.


Tak hanya itu, terlalu banyak pilihan juga bisa membuat kita merasa kurang bahagia. Menurut Schwartz, meskipun kita memiliki banyak pilihan, tetapi kita tidak bisa memilih semuanya. Hal ini bisa membuat kita merasa kehilangan dan merasa tidak cukup bahagia dengan apa yang kita miliki.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Paling Instagramable di Dunia


Namun, bukan berarti kita harus menghindari memiliki banyak pilihan. Sebenarnya, terlalu sedikit pilihan juga bisa membuat kita merasa tidak puas.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengatasi The Paradox of Choice adalah dengan memperbaiki cara kita memilih. Berikut beberapa tips untuk mengatasi The Paradox of Choice:


1. Tentukan kriteria yang jelas
Sebelum memilih, tentukan kriteria yang jelas mengenai apa yang kita inginkan. Misalnya jika ingin memilih gadget, tentukan kriteria seperti ukuran layar, kapasitas baterai, harga, dan sebagainya. Dengan menentukan kriteria yang jelas, kita bisa menyaring pilihan yang tersedia dan mempersempit pilihan yang kita miliki.

Halaman:

Tags

Terkini

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:40 WIB

Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB